
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kota Semarang terancam tidak bisa meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), sebagai lambang supremasi penataan kota terkait transportasi dan ketersediaan infrastruktur di tahun mendatang.
Hal itu sangat mungkin terjadi, apabila pemkot tidak mengurus dengan serius ketersediaan jalur khusus sepeda. Bahkan jalur sudah tersedia, seperti di sepanjang jalan Pemuda sudah beralih fungsi sebagai lahan parir roda empat, lantaran tidak dikelola dengan serius.
"Saya nilai pemkot mulai mengabaikan dan tidak mengusulkan anggaran khusus untuk membangun jalur sepeda ini," kata Djoko Setijowarno, pengamat transportasi publik Unika Soegijapranata Semarang, Sabtu (20/10).
Karena sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari 2010 - 2030 sudah dicantumkan pembangunan jalur sepeda untuk 17 ruas. "Hal itu tampaknya tidak dipatuhi oleh pemkot. Saya khawatir kalau dibiarkan seperti ini pemkot akan gagal
meraih piala WTN," tegas Djoko.