panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Oktober 2012 | 17:30 wib
Siswi SMP Dicabuli Sepuluh Teman Sekolahnya

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Dua siswi SMP swasta di Kecamatan Jatiroto, Wonogiri berinisial TU (13) dan SR (13) diduga dicabuli oleh sepuluh temannya. Peristiwa itu berlangsung Kamis lalu (11/10) sepulang sekolah di lingkungan sekolahnya. Namun, korban baru mengutarakan persoalan itu kepada LSM hari ini (18/10) karena takut dengan ancaman.

Pegiat LSM Cahaya Hati Rakyat, Supardi menuturkan, keduanya masih duduk di kelas IX SMP. TU merupakan warga Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo. Adapun SR merupakan warga Desa Kambu, Kecamatan Jatisrono.

Peristiwa tersebut berlangsung usai pelajaran sekolah. "Keluarga korban sudah mengadu kepada kami. Tetapi, korban saat ini masih takut dan shock dengan peristiwa itu," katanya.

Saat itu, mereka dikerumuni sepuluh teman laki-laki satu sekolahnya. Mereka kemudian diraba-raba secara bergiliran. Tidak hanya itu, salah satu pelaku mengancam korban akan dibunuh jika melaporkan kejadian tersebut.

Menerima ancaman itu, kedua korban ketakutan. Mereka bahkan takut berangkat sekolah karena trauma dengan peristiwa tersebut. "Sejak Senin (15/10) lalu, mereka terpaksa masuk sekolah karena harus mengikuti ujian. Tetapi, mereka masih trauma dengan ancamannya," ujarnya.

Salah seorang kerabat korban, Diman mengatakan, aksi pencabulan yang dialami keponakannya itu sebenarnya sudah terjadi dua kali. Namun, peristiwa yang kedua itu disertai dengan ancaman. Salah satu pelaku berinisial An, warga Desa Pesido, Kecamatan Jatiroto.

Menerima perlakuan itu, pihak keluarga sudah mendatangi ke sekolah tersebut untuk menuntut ketegasan penyelesaian kasus. "Tadi pagi, saya sudah ke sekolah. Tapi kepala sekolahnya sedang pergi," ujarnya, Kamis (18/10).

Terpisah, guru Bimbingan Konseling sekolah, Broto Sugiarto mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut. Kedua anak itu juga masih berangkat sekolah untuk mengikuti ujian.

"Kami tidak tahu kalau ada peristiwa pencabulan. Tetapi pada hari itu, kami juga mengadakan razia ponsel. Beberapa anak memang ketahuan membawa ponsel yang berisi video porno. Mereka semua kami panggil beserta orang tuanya untuk pembinaan. Namun sekali lagi kami tidak tahu ada kejadian tersebut. Kalau ada laporan, pasti sudah kami tindaklanjuti," ujarnya.

( Khalid Yogi / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
16 April 2014 | 11:47 wib
Dibaca: 6
16 April 2014 | 11:38 wib
Dibaca: 31
16 April 2014 | 11:29 wib
Dibaca: 108
16 April 2014 | 11:20 wib
Dibaca: 155
16 April 2014 | 11:11 wib
Dibaca: 176
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
FOOTER