panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Oktober 2012 | 17:09 wib
Irigasi Kedungombo Harus Dievaluasi Total

KUDUS, suaramerdeka.com - Sistem irigasi dari waduk Kedungombo diusulkan untuk segera dievaluasi total. Berbagai persoalan terkait penggelontoran air untuk irigasi 60.095 hektare lahan pada musim tanam (MT) I 2012 - 2013, menjadi salah satu alasan perombakan dan perbaikan sistem.

Koordinator Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo Kaspono, menyatakan salah satu hal yang harus dievaluasi yakni masalah penegakan aturan. Selain faktor alam, krisis irigasi seperti yang terjadi saat sekarang juga disebabkan karena banyak pelanggaran yang terkesan dibiarkan.

"Ditambah faktor kemarau yang berkepanjangan, maka yang muncul adalah persoalan yang sangat kompleks," jelasnya.

Masalah lainnya, perlu ada prioritas bagi lahan yang rawan kekeringan dan banjir. Lahan seperti itu pada masa mendatang perlu mendapat prioritas penggelontoran. Ditegaskannya, hal itu menjadi salah satu poin penting yang harus dilakukan periode mendatang.

Dia juga menyebut banyak pihak yang sebenarnya kurang begitu memahami persoalan pengairan, tetapi banyak melontarkan pendapat ke media massa. Ironisnya, pejabat seperti itu juga tidak paham lapangan. "Hal tersebut terkadang menimbulkan kebingungan," ungkapnya.

Dia mencontohkan untuk krisis irigasi yang terjadi sekarang ini. Menurutnya, segala sesuatunya tidak dapat ditentukan secara matematis. Persoalan apakah proses tanam dapat berlangsung dengan baik atau tidak, sangat tergantung dari faktor alam dan keberuntungan. "Instansi terkait mungkin mempunyai perhitungan tersendiri, tetapi segala sesuatunya dikembalikan kepada kedua faktor tersebut," paparnya.

Pihaknya menyarankan agar proses tanam dapat tetap dilanjutkan. Pertimbangannya, ada kemungkinan hujan sudah turun pada akhir bulan depan. Dibandingkan dengan harus menunda tanam dengan menunggu pasokan irigasi, kebijakan tersebut risikonya lebih kecil. Seandainya pasokan irigasi habis, kemungkinan terburuk yakni mengandalkan irigasi dengan menggunakan pompa penyedot.

( Anton WH / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
02 Agustus 2014 | 05:26 wib
Dibaca: 21
02 Agustus 2014 | 05:14 wib
Dibaca: 35
02 Agustus 2014 | 05:02 wib
Dibaca: 114
02 Agustus 2014 | 04:50 wib
Dibaca: 177
02 Agustus 2014 | 04:38 wib
Dibaca: 137
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER