
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1433 H jatuh pada Rabu Wage 17 Oktober, Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1433 H) jatuh pada Kamis Pahing, 25 Oktober 2012 dan Idul Adha (10 Dzulhijjah 1433 H) pada Jumat Pon, 26 Oktober 2012.
Warga Muhammadiyah di Jawa Tengah diimbau terkait penetapan terseut untuk tetap berpegang teguh kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Drs Musman Tholib MAg didampingi sekretaris Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Semarang AM Juma'i SE MM, Angkatan Muda Muhammadiyah Ali Khamdi dan Rizky Imawan mengatakan, Lazismu juga siap mendistribusikan 10 ribu hewan kurban.
"Hewan kurban itu akan diberikan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banjarmasin, Sulawesi Selatan, Riau, dan Sumatera Utara yang disiagakan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kawasan padat, kumuh, dan kantong kemiskinan serta dhuafa yang kurang gizi," katanya, Minggu (14/10).
Dikatakan, distribusi hewan kurban ini juga dikonsentrasikan bagi kawasan yang belum pernah menerima hewan kurban misalnya Kepulauan Seribu, sehingga pada hari kebahagiaan, segenap masyarakat dapat turut menuai kebahagian dengan merasakan daging segar pada waktu itu juga.
Tidak hanya itu saja, pemotongan hewan kurban akan dikonsentrasikan dan didistribusikan bagi pemenuhan kebutuhan korban Merapi dan Tsunami Mentawai yang saat ini sedang membutuhkan makanan.
"Muhammadiyah juga siap mendistribusikan 50 ribu hewan qurban secara merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas diseluruh wilayah Indonesia, sehingga pada hari kebahagiaan/Idul Adha, segenap masyarakat dapat turut menuai kebahagian dengan merasakan daging segar pada waktunya," katanya.
Fokus sasaran tersebut, kata dia, didukung jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengakar kuat hingga di pedesaan, sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat yang belum pernah tersentuh distribusi hewan kurban, tanpa harus menunggu limpahan atau sisa distribusi dari wilayah lain.
( Muhammad Syukron / CN26 / JBSM )