panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 Oktober 2012 | 23:34 wib
Baru 65 Desa Bentuk Tim Siaga Bencana

KLATEN, suaramerdeka.com - Sebanyak 65 desa dari 401 desa yang ada di Kabupaten Klaten sudah membentuk tim Desa Siaga Bencana. Namun jumlah itu masih dirasa kurang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, karena Klaten termasuk daerah yang rawan bencana alam, baik letusan gunung, gempa bumi maupun angin puting beliung.

Untuk menyadarkan akan pentingnya persiapan menghadapi bencana, BPDB mengadakan pelatihan siaga bencana di Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Kegiatan itu dibuka, Jumat (12/10) oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten H Sri Winoto SH. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (14/10). Pelatihan yang dihadiri perwakilan dari 75 peserta dari berbagai kawasan rawan bencana di Klaten itu melibatkan berbagai unsur, seperti Rekompak, Search And Rescue (SAR) Klaten dan LSM Pijar.

''Pelatihan siaga bencana bertujuan untuk mempersiapkan diri bila terjadi bencana. Bila masyarakat sudah mengetahui cara-cara penyelamatan dan cara mitigasi bencana, maka mereka akan lebih siap menghadapi keadan bila bencana benar-benar terjadi,'' kata Sri Winoto di sela-sela pelaksanaan pelatihan, Jumat (12/10).

Pengetahuan akan kebencanaan akan membuat masyarakat lebih mandiri. Selain itu, bisa meminimalkan jatuhnya korban karena mereka mengetahui cara penanganan yang tepat. Masalah bencana sudah menjadi perhatian nasional, karena seringnya terjadi bencana akhir-akhir ini.

''Kami ingin agar 401 desa yang ada di Klaten mempunyai tim siaga bencana. Kami berperan aktif dalam setiap kegiatan pelatihan tentang resiko pengurangan bencana. Tanggapan peserta sangat bagus, mereka sudah sadar akan pentingnya kemampuan mengantisipasi bencana dan dampaknya,'' tegas Sri Winoto.

Terpisah Kepala Desa Sengon Sugiyanto menuturkan, kegiatan ini diikuti sekitar 75 masyarakat yang didominasi generasi muda. Padahal Pemdes Sengon hanya menyebar 50 undangan. Mesti demikian panitia tetap menyambut baik tingginya minat masyarakat dalam hal kesiap siagaan terhadap bencana.

Rencananya, pada hari pertama akan diberikan materi berupa teori. Pada hari kedua dan ketiga akan diberikan latihan simulasi tentang tata cara penanganan bencana bila terjadi gempa, tanah longsor, angin ribut, letusan gunung sampai kebakaran.

( Merawati Sunantri / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
18 April 2014 | 18:12 wib
Tinggikan Badan Pendaftar Brigadir
Rajin Renang Sampai Dientup Lebah
Dibaca: 22
image
18 April 2014 | 17:58 wib
Dibaca: 128
18 April 2014 | 17:44 wib
Dibaca: 278
18 April 2014 | 17:30 wib
Dibaca: 290
18 April 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 344
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER