panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 September 2012 | 10:42 wib
Advokat Berbagai Daerah Tolak Kasasi Putusan Bebas Anand Krishna


JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengabulan Kasasi terhadap kasus putusan bebas perkara pidana di Pengadilan Negeri kembali menuai kontroversi dan protes dari kalangan masyarakat karena kembali menelan korban, yakni tokoh spiritual lintas agama, Anand Krishna.

Protes berdatangan dari para advokat dari berbagai daerah, seperti Kalimantan Barat, Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kepulauan Riau (Kepri). Dalam siaran pers, Koalisi Tolak Kasasi Putusan Bebas ini menyatakan menolak dengan tegas, kasasi terhadap putusan bebas.

Pasalnya, hal itu jelas dan nyata telah melanggar pasal 244 KUHAP yang akan berakibat hilangnya kepastian hukum sebagai sebuah prinsip utama dari Negara Hukum yang dicita-citakan bersama.

Mahkamah Agung  dan Kejaksaan Agung diharapkan mengawasi secara ketat para Hakim dan Jaksa agar menerapkan hukum acara secara konsisten dan konsekwen dalam pemeriksaan perkara pada semua tingkat sehingga hukum dapat ditegakkan diatas prinsip keadilan dan kepastian hukum.

“Oleh karenanya kami menolak dengan tegas putusan kasasi perkara Anand Krishna oleh majelis hakim yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul dan harus batal demi hukum karena pengajuan kasasi terhadap sebuah putusan bebas adalah cacat hokum dengan melanggar pasal 244 KUHAP sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas,” ucap Advokat Helmi dari Ikadin Kepri.

Anand dipidanakan oleh Majelis Hakim di Mahkamah Agung dengan hukuman 2 tahun 6 bulan walaupun Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, yang dipimpin oleh Hakim tegas tapi jujur Albertina Ho telah membebaskan Anand dari segala tuduhan dan memulihkan hak atas kedudukan, harkat dan martabatnya tahun lalu (22/11)

Kasus Anand Krishna sendiri telah berlangsung lebih dari satu tahun lamanya di PN Jakarta Selatan dan diwarnai dengan pergantian Majelis Hakim (8/6/2011) ketika Hakim Ketua Majelis lama, Drs Hari Sasangka tertangkap mempunyai hubungan spesial dengan Saksi JPU Shinta Kencana Kheng di luar lingkungan PN Jakarta Selatan, pada malam hari, di tempat sepi berduaan.

( Andika Primasiwi , RED / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 221260
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 238243
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 239287
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 259214
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 240285
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER