panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 September 2012 | 13:15 wib
Sidang Lanjutan Gandekan Solo
Dua Saksi Sidang Gandekan Sempat Bikin Hakim Emosi

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mendengar penjelasan saksi yang melenceng Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik polisi, ketua majelis hakim Boedi Soesanto menangkap ketakutan pada dua saksi. Dalam sidang lanjutan konflik horizontal Gandekan Solo, Selasa (18/9) itu, hakim pun sempat emosi saat menanyakan beberapa keterangan kepada saksi Ibnu.

Hakim kemudian menanyakan apakan Ibnu ingin mencabut BAP, namun Ibnu hanya diam. Setelah didesak terkait pertanyaan pencabutan BAP, Ibnu alias Cebret akhirnya menolaknya. Juru parkir minimarket di dekat lokasi bentrok ini pun kemudian membenarkan keterangan dalam BAP.

Demikian pula dengan anggota Perlindungan Masyarakan (Linmas) Kelurahan Gandekan Samiran Atmowirono, yang akhirnya juga membenarkan keterangan BAP penyidik polisi.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang siang tadi, dua saksi sempat menampik Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik polisi. Yakni, saksi Samiran dan saksi Ibnu.

Di hadapan majelis hakim PN Semarang yang diketuai Boedi Soesanto, Samiran mengatakan tidak mengetahui senjata apa yang digunakan oleh terdakwa Iwan Walet untuk memukul. Padahal dalam BAP, Samiran menerangkan melihat Iwan memukul dengan besi. Samiran juga menerangkan melihat terdakwa Mardi Sugeng alias Gembor memukul korban dengan batu bata.

Kesaksian Ibnu juga melenceng dari BAP. Ibnu mengaku melihat orang berambut merah dan memakai kaos hitam melakukan pemukulan. Namun dalam BAP, Ibnu mengatakan melihat Iwan melakukan pemukulan.

Keterangan kedua saski tersebut memicu kegaduhan sejumlah massa FPI yang menonton sidang. Mereka berteriak dan terus menerus diperingatkan hakim. Beruntung kondisi terkendali.

( Eka Handriana / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
17 April 2014 | 17:05 wib
Dibaca: 10
17 April 2014 | 16:55 wib
Dibaca: 63
17 April 2014 | 16:45 wib
Dibaca: 189
image
17 April 2014 | 16:35 wib
Dibaca: 111
17 April 2014 | 16:25 wib
Dibaca: 210
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER