
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Berkembang isu, terduga teroris Anwar alias Wahyu Ristanto (26), yang tewas terkena ledakan bom milik kelompoknya di Depok Jawa Barat, semasa mudanya pernah bersekolah di SMK Kabupaten Wonogiri. Meskipun secara kependudukan, dia adalah warga asal Desa Banaran Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar.
Semula disebut-sebut dia dulu pernah bersekolah di SMK Gajahmungkur Wonogiri. Tapi ketika dilakukan pelacakan dokumen buku klaper dan buku induk siswa, tidak ditemukan adanya nama Anwar. Demikian pula dengan nama Wahyu Ristanto, tidak ditemukan di dokumen data siswa di sekolah.
Nama Anwar alias Wahyu Ristanto, belakangan mencuat menjadi bahan pemberitaan yang hangat di sejumlah media massa. Pasalnya, dia terkena ledakan bom teroris di Depok Jabar, dan menderita luka bakar 70 persen. Upaya pengobatan kepada dirinya di RS Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta, gagal menyelamatkan nyawanya.
Kepala SMK Gajahmungkur Wonogiri, Suharyanto, melalui Wakasek Kurikulum Tri Suprayitno, Kamis (13/9), menegaskan, dari hasil penelitian dokumen data murid di sekolah, tidak ditemukan nama Anwar maupun nama Wahyu Ristanto. Ada nama Wahyu tapi belakangnya Rudianto. Tapi pemilik nomor induk siswa 4115 yang lulus tahun 2003/2004 ini, bukan berasal dari Desa Banaran Kecamatan Jatiyoso Karanganyar.
"Tapi Wahyu Rudianto berasal dari Dusun Tempel Desa Kerjolor Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Bukan dari Jatiyoso Karanganyar. Nama orang tuanya pun bukan Jatmiko-Wariyem, tapi Sugimin-Sukini," tegas Tri Suprayitno.
Ada nama Wahyu lagi, imbuhnya, tapi lengkapnya bernama Wahyu Budhiyanto, berasal dari Dusun Cengklok Desa Kerjolor Kecamatan Ngadirojo Wonogiri. Dia pemilik nomor induk siswa 4722 dan lulus pada angkatan 2005/2006. Dia merupakan putra dari pasangan Suradi-Tini.
( Bambang Purnomo / CN27 / JBSM )