
SOLO, suaramerdeka.com – Dalam lima tahun, mobil listrik ditargetkan siap diproduksi massal. Pakar otomotif listrik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Muhammad Nizam ST MT PhD mengemukakan, hal itu bisa terealisasi jika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilibatkan.
Sebab BUMN mempunyai industri mesin, seperti halnya PT INKA, PT DI, dan sebagainya. "Dari sisi akademik, mulai dari perancangan prototipe, potensi sumberdaya manusia, dan sebagainya sebetulnya sudah siap untuk mendukung keberadaan mobil listrik. Tinggal bagaimana dari sisi BUMN, siapkah bersinergi," tandas Nizam.
Sayangnya, lanjut Prof Nizam, sampai saat ini progam belum ada sinergi kuat antara Kementerian yang terlibat. "Saat ini program kementerian masih berjalan sendiri-sendiri," ungkapnya.
Padahal untuk merealisasi keberadaan mobil listrik, kata Prof Nizam, sinergi program adalah hal terpenting. Karena keberadaan prototipe mobil listrik sudah mulai direalisasi perguruan tinggi yang notabene berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka BUMN juga diharap lebih berperan aktif.
"Peran BUMN adalah penting karena selain sudah emiliki industri mesin, juga yang utama adalah memiliki dana. Jika BUMN mau untuk terlibat, produksi massal mobil litrik lebih cepat terealisasi dari target," jelas dosen Fakultas Teknik UNS itu.
( Evie Kusnindya / CN33 / JBSM )