panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 September 2012 | 21:37 wib
Kemarau Panjang, Pasokan Listrik PLTA Jelok Turun
image

TIDAK BEROPERASI: Amurnvalhar PLTA Jelok, Joko Sugihartono berada di sekitar turbin yang tidak beroperasi akibat debit air dari  wilayah Rawapening mengalami penyusutan imbas kemarau panjang, Senin (10/9). (suaramerdeka.com/Ran


SEMARANG, suaramerdeka.com -
Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang di wilayah Kabupaten Semarang tahun ini menyebabkan produksi pasokan listrik interkoneksi Jawa-Bali dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jelok, Tuntang mengalami penurunan.

Dikatakan Ahli Muda Perencana dan Evaluasi Pemeliharaan (Amurnvalhar) PLTA Jelok, Joko Sugihartono, musim kemarau tahun ini telah mengakibatkan penurunan elevasi air Rawapening. Dalam kondisi normal, tingkat elevasi danau alam di Kabupaten Semarang itu dapat mencapai 462,50 meter dari permukaan air laut (mdpl).

"Tahun lalu kami surplus listrik karena tidak hampir tidak ada kemarau. Namun tahun ini tepatnya sejak dua bulan lalu, volume air dari wilayah Rawapening sebagai pemasok air di PLTA mulai menyusut hingga 461.16 mdpl. Sedangkan elevasi terendah diketahui 460.50 meter, jika itu terjadi tentunya kami tidak bisa lagi produksi pasokan listrik," katanya kepada wartawan, Senin (10/9) pagi.

Berdasarkan data, saat elevasi air rawa mencapai 462.50 meter pihak PLTA Jelok dapat menggerakan empat turbin dan mempu memasok listrik sekitar 15 Mega Watt (MW). Namun karena elevasi air Rawapening terus menyusut, PLTA yang beralamat di Desa Susukan, Tuntang, Kabupaten Semarang ini pun hanya mendapatkan debit air sebesar 3,3 meter kubik/ detik sehingga cuma mampu menggerakan satu turbin dari empat turbin yang ada.

"Karena pasokan air terus menurun, pasokan air yang masuk hanya bisa untuk menggerakkan satu turbin saja. Satu turbin tersebut bisa menghasilkan sekitar 4 MW. Jika kondisi yang ada terus berlanjut, kami bisa berhenti produksi," jelasnya sembari menuturkan, pasokan listrik yang dihasilkan PLTA Jelok akan disalurkan kepada pelanggan yakni Pusat Pengaturan Beban (P2B) yang berada di Ungaran untuk memenuhi kebutuhan listrik interkoneksi 9.000 MW Jawa-Bali.

Ditambahkan Joko Sugihartono, selain dampak musim kemarau faktor penurunan elevasi Rawapening juga sangat dipengaruhi peningkatan populasi gulma enceng gondok di permukaan rawa.

( Ranin Agung / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12149
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12861
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12652
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14957
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12234
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER