
BAMAKO, suaramerdeka.com - Tentara Mali telah membunuh 16 ulama Islam yang tidak mau berhenti di sebuah pos pemeriksaan militer, Minggu (9/9). Mereka dibunuh lantaran dianggap mencurigakan.
Salah seorang pejabat Mali mengatakan, para korban tewas terdiri dari 12 orang ulama dari Mauritania, dua orang dari Pakistan dan dua orang lainnya dari Mali. Tidak dijelaskan apakah para ulama yang tewas itu bersenjata. Namun pemerintah mengklaim kelompok ulama itu adalah anggota sekte Islam Dakwah.
Penembakan itu terjadi Sabtu lalu di sebuah desa kecil yang bernama Kiabali, kira-kira 300 kilometer sebelah timur laut ibukota Bamako.
Pemerintah Mali berusaha merebut kembali bagian utara Mali yang direbut pemberontak Ansar Dine dan kelompok Islam lainnya permulaan tahun ini. Ansar Dine adalah kelompok Islam yang punya hubungan dengan Al Qaeda, dan pemimpinnya adalah bekas anggota kelompok sekte Dakwah itu.
( Voice of America / CN27 )