
Purworejo, suaramerdeka.com - Anggota DPRD Sugeng Santosa Purworejo meminta agar proses seleksi calon fasilitator diaudit, bahkan mereka yang dinyatakan diterima diuji kemampuannya terlebih dahulu untuk memastikan kompetensinya. Jika kasus tersebut dibiarkan, maka capaian program-program pemberdayaan semacam itu tidak akan sesuai harapan.
Salah satu pelamar yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan, rekrutmen kali ini benar-benar melecehkan dirinya. Pasalnya, dalam surat lamaran ada persyaratan SKCK dan juga surat keterangan sehat dokter.
"Ini tidak ada tes kok tahu-tahu sudah ada pengumuman yang diterima. Terus ukurannya apa? jadi wajar kalau kemudian muncul kecurigaan hanya orang-orang dekat dan punya akses ke dalam saja yang diterima." katanya.
Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPIP Kabupaten Purworejo Sudarman yang dimintai konfirmasi wartawan membantah adanya nepotisme dalam rekrutmen fasilitator. Dia berkilah pihaknya hanya menerima berkas lamaran saja kemudian meneruskannya kepada Satuan Kerja (Satker) PPIP Provinsi Jawa Tengah.
"Yang menentukan diterima tidaknya pelamar bukan kami tapi provinsi. Jadi kami tidak tahu pertimbangannya apa," kilahnya.
( Rinto Hariyadi / CN26 / JBSM )