panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 September 2012 | 17:01 wib
Pemkot Pelopori Penggunaan Akuntansi Berbasis Akrual
image

SERAHKAN KENANGAN: Muhammad Andri Mulia (tengah), perwakilan dari SECO menyerahkan kenang-kenangan di Hotel Pandanaran Semarang, Senin (3/9). (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemkot Semarang, menjadi satu-satunya pemerintah daerah yang menerapkan sistem akuntansi pemerintah berbasis akrual. Bahkan sejak tahun 2005, Kota Atlas cukup konsisten dalam penerapan sistem keuangan sesuai yang diatur dalam Peraturan Pemerintah no 71 tahun 2010 itu. Maka, bekerjasama dengan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) dan LSP JPK Pratama, pemkot berusaha menularkan pengetahuan dan pengalaman dalam penggunaan sistem ini kepada daerah lain.

"Mulai tahun 2014, Indonesia sudah akan meninggalkan sistem akuntansi kas, dan beralih ke akrual. Semua daerah pun dituntut bisa menggunakan sistem akrual dalam pengelolaan keuangan pemerintahan. Atas bantuan dari SECO dan LSP JPK, kami bermaksud memberikan pengalaman kepada daerah lain," kata Plt Wali Kota Hendrar Prihadi usai membuka On The Job Training Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual, di Hotel Pandanaran Semarang, Senin (3/9).

Dalam pelatihan tahap awal ini, sudah ada sembilan daerah yang bersedia mengirim perwakilan untuk mengikuti pelatihan. Selama seminggu, wakil dari sembilan kota/kabupaten tersebut akan diajarkan cara pelaporan dengan sistem akrual, didampingi pendamping dari SECO dan LSP JPK.

"Daerah yang ikut di pelatihan tahap awal ini di antaranya Kabupaten Pati, Batang, Bondowoso, Puncak Jaya (Papua), dan Bandar Lampung. Target kami, akan ada 60 daerah yang secara bertahap mengikuti pelatihan di Semarang ini," jelasnya.

AB Triharta, Wakil Komite Kerja Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP) yang jadi pembicara dalam pelatihan tersebut menjelaskan, sistem akuntansi pemerintah berbasis akrual merupakan standar sistem keuangan internasional. Sistem ini, sudah digunakan di beberapa negara Amerika dan Eropa. Tapi di tingkat Asean, baru Indonesia yang akan menerapkan sistem keuangan yang pelaporannya secara menyeluruh ini.

"Dulu di tahun 2005, sebenarnya ada tida daerah yang bereksperimen menerapkan sistem ini dalam pengelolaan keuangan pemerintahan. Kota Semarang, Sleman dan Pontianak. Tapi hanya Semarang yang masih bertahan. Keuntungan penggunaan sistem ini adalah pelaporan secara menyeluruh. Jadi lebih detil dan lengkap, tidak hanya laporan keluar masuk keuangan seperti dalam sistem kas," jelasnya.

Sementara Kotot Gutomo, fungsional auditor BPKP menegaskan, tidak mudah untuk mengganti sistem keuangan dari model kas ke akrual. Apalagi selama ini hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia masih menggunakan sistem akuntansi kas.

( Lanang Wibisono / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
22 Juli 2014 | 14:04 wib
Dibaca: 69
22 Juli 2014 | 13:52 wib
Dibaca: 105
22 Juli 2014 | 13:41 wib
Dibaca: 67
image
22 Juli 2014 | 13:30 wib
Dibaca: 182
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER