
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Guru yang mengajar tanpa dilandasi dengan hati yang tulus dan ikhlas, akan berdampak negatif pada anak didiknya. "Murid-muridnya akan jadi korban. Karena itu, guru dalam mengajar harus senantiasa dilandasi dengan rasa cinta," tegas Ustadz Ki Sena Hadi Sumitro saat memberikan ceramah hikmah halalbihalal di SMP Negeri 1 Wonogiri.
Ustadz yang sekaligus menjadi motivator spiritual ini, menuturkan, melalui silaturahim dapat diciptakan keharmonisan bersama untuk kenyamanan dalam bekerja dan berkeluarga. Ketua panitia halalbihalal Agus Marsanto SPd MPd, menyatakan, acara halalbihalal ini mendatangkan para alumni dari berbagai angkatan, termasuk para mantan kepala sekolah (Kasek), guru dan karyawan.
"Acara ini, sekaligus untuk meresmikan purna pugar peninggalan bangunan antik bangsal aula pertemuan sekolah, yang keberadaannya terus dilestarikan sesuai bentuk aslinya," tutur Agus Marsanto.
Ikut hadir memberikan sambutan, Kasek SMP Negeri 1 Wonogiri Drs Kusman MPd dan Bupati Wonogiri yang diwakili Asisten Sekda Bambang Haryadi SH MM. Menandai peresmian purna pugar bangsal aula pertemuan sekolah, Bambang berkenan memukul gong sebanyak tiga kali.
Kata Kusman, untuk memugar bangunan kuno bangsal yang menjadi identitas sekolah ini, diperlukan biaya Rp 350 juta. "Sebagian dananya berasal dari alumni angkatan 1986," ujarnya.
( Bambang Purnomo / CN26 / JBSM )