panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Agustus 2012 | 22:15 wib
Pakar: Pemerintah Harus Dukung Langkah YPTB dalam Kasus Montara

KUPANG, suaramerdeka.com - Pengamat hukum internasional dari Universitas Nusa Cendana Kupang Wilhelmus Wetan Songa SH.MHum berpendapat, Pemerintah Indonesia harus mendukung langkah Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) dalam menyelesaikan kasus pencemaran minyak di Laut Timor.

"YPTB pimpinan Ferdi Tanoni ini memiliki bukti tentang pencemaran tersebut, dan sampel minyak yang dikirim ke Australia sebagai bukti pencemaran itu sudah diakui oleh Komisi Penyelidik Montara bentukan Pemerintah Australia, sedang pemerintah Indonesia tidak memiliki bukti apapun soal pencemaran tersebut," katanya di Kupang, Selasa (21/8).

Dosen Fakultas Hukum Undana Kupang mengemukakan pandangannya tersebut ketika ditanya soal belum tuntasnya penyelesaian kasus pencemaran minyak di Laut Timor sejak meledaknya kilang minyak Montara milik PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009.

"Sudah tiga tahun lamanya, kasus pencemaran tersebut menjadi sulit terlesaikan, karena Pemerintah Indonesia berjalan sendiri tanpa memiliki bukti apapun dengan mengabaikan upaya yang telah dilakukan YPTB," kata Wetan.

Ia mengatakan YPTB merupakan satu-satunya lembaga non pemerintah di Indonesia dan dunia yang mengajukan pencemaran tersebut kepada Komisi Penyelidik Montara bentukan pemerintah Federal Australia. "Ketika kran pengaduan ini dibuka oleh komisi tersebut, Pemerintah Indonesia terkesan apatis memandang persoalan tersebut, sehingga upaya apapun yang dilakukan terkait dengan masalah pencemaran itu, pasti kurang direspon oleh Australia dan PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia," ujarnya.

Atas dasar itu, Wetan mengharapkan Pemerintah Indonesia mendukung langkah serta upaya yang dilakukan oleh YPTB, agar masyarakat Timor bagian Nusa Tenggara Timur serta pulau-pulau di sekitarnya yang terkena dampak pencemaran tersebut, segera mungkin mendapat ganti rugi dari Australia dan PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia asal Thailand itu.

Ketua YPTB yang juga pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni yang dihubungi secara terpisah mengatakan kurang sependapat dengan wacana yang dimunculkan tentang proses penyelesaian pencemaran dengan berpedoman pada Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.

"Sumber ledakan kilang minyak Montara itu berada di wilayah perairan Australia, sehingga kurang pas jika diselesaikan melalui jalur Konvensi Hukum PBB (UNCLOS) 1982, tetapi cukup dengan aturan hukum yang berlaku di negeri Kanguru itu," katanya.

Kilang minyak Montara yang meledak pada 21 Agustus 2009 itu terletak di Blok Atlas Barat Laut Timor, sekitar 150 mil atau sekitar 250 kilometer dari pantai utara Australia. Kilang minyak yang dioperasikan PTT Exploration and Production Australasia itu menumpahkan sekitar 500.000 liter minyak mentah per hari ke Laut Timor.

( Rifki / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 03:29 wib
Dibaca: 8
20 April 2014 | 03:14 wib
Dibaca: 51
20 April 2014 | 02:59 wib
Dibaca: 63
20 April 2014 | 02:44 wib
Dibaca: 120
20 April 2014 | 02:29 wib
Dibaca: 136
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER