
SEMARANG, suaramerdeka.com - Hingga hari Rabu (15/8) atau H-4 Lebaran, harga sembako seperti beras dan telur di pasaran masih cukup stabil. Beras jenis IR64 masih berkisar antara Rp 7.500-7.800/ kilogram, sedangkan harga telur ayam berkisar Rp 14 ribu/ kilogramnya.
Kestabilan harga ini terjadi karena permintaan masyarakat pada H-4 masih tergolong normal. Diprediksikan, pada H-3 Lebaran atau Kamis (16/8), permintaan pasar terhadap sembako akan melonjak.
"Transaksinya masih biasa saja, ini membuat harga sembako relatif stabil. Pada H-3 Lebaran nanti ada kemungkinan lonjakan permintaan pasar, tapi stok beras dan telur masih cukup," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Ihwan Sudrajat usai memantau harga sembako bersama Gubernur Bibit Waluyo di Pasar Gayamsari, Semarang, Rabu (15/8).
Adapun, kenaikan hanya terjadi pada daging yang kini mencapai Rp 68 ribu/kilogram atau naik Rp 1.000/kilogramnya dibandingkan posisi sehari lalu. Pantauan tersebut juga diikuti Sri Suharti Bibit Waluyo (isteri Gubernur Jateng) dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Jateng Gayatri Indah Cahyani.
Menurut Ihwan, kestabilan harga ini juga terjadi di sejumlah pasar di Jateng seperti Sragen dan Brebes. Gubernur Bibit Waluyo mengimbau kepada masyarakat Jateng untuk tidak memborong sembako berlebihan supaya harganya tidak mengalami kenaikan.
"Kehadiran kami ke sini (Pasar Gayamsari-red) untuk melihat langsung dinamika pasar menjelang hari raya Idul Fitri yang tinggal empat hari lagi. Sejauh ini masih stabil, rakyat silakan berbelanja tapi jangan memborong berlebihan supaya harga tidak naik," tandasnya.
( Royce Wijaya / CN31 / JBSM )