panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Agustus 2012 | 11:40 wib
KPK Rampungkan Berkas Penyidikan Anak Buah Siti Hartati

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah merampungkan berkas penyidikan anak buah Siti Hartati Murdaya, Yani Anshori dan Gondo Sudjono. Berkas penyidikan dua kasus dugaan suap pengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini akan diserahkan ke penuntutan.

''Hari ini direncana penyerahan tahap 2 (p 21) atas nama tersangka GS (Gondo Sudjono, red) dan YA (Yani Anshori, red) terkait kasus dugaan suap ke Bupati Buol,'' kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo kepada Suara Merdeka, Rabu (15/8).

Kasus ini berawal saat KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Buol, pada Selasa 26 Juni lalu. Dalam operasi tersebut KPK berhasil menangkap Yani yang merupakan GM Supporting PT Hardaya Inti Platation, perusahaan miilik Hartati Murdaya, sesaat setelah memberikan sejumlah uang kepada Bupati Buol Amran Batalipu. Sedangkan Amran berhasil meloloskan diri setelah melakukan perlawanan bersama beberapa pendukungnya.

Dalam peristiwa tersebut, beberapa petugas KPK terluka dan kendaraan yang digunakan petugas rusak parah. Kemudian, KPK melakukan penangkapan terhadap Amran pada Jumat 6 Juli 2012 dini hari. Dalam operasi ini KPK melibatkan belasan aparat Gegana bersenjata lengkap.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK akhirnya menetapkan pemilik PT Hardaya Inti Plantation Siti hrtati Murdaya sebagai tersangka pada Senin, 6 Agustus lalu. Hartati selaku Presiden Direktur PT HIP dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM) diduga kuat telah memberikan uang senilai Rp3 miliar kepada Bupati Buol, Amran Batalipu.

Pemberian uang terkait penerbitan HGU perkebunan kelapa sawit untuk PT HIP dan PT CCM milik Hartati yang berlokasi di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulteng. Pemberian uang dilakukan dalam dua tahap. Penyerahan uang tahap pertama senilai Rp1 miliar dilakukan tanggal 18 Juni 2012.

Istri pengusaha Murdaya Poo itu terancam dipidana dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun. Untuk mengembangkan penyidikan kasus ini, KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Antara lain di kantor PT HIP yang berlokasi di Jalan Cikini Raya nomor 78, Jakarta Pusat dalam pengeledahan itu, penyidik menyita 2 kardus besar berisi dokumen sedangkan dalam ppenggeledahan di Jalan Imam Bonjol nomor 24, Jakarta Pusat penyidik menyita 5 dos berisi dokumen.

( Mahendra Bungalan / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12180
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12894
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12684
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14995
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12262
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER