
JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad mendorong agar Indonesia mulai membangun ekonomi inklusif yang melibatkan setiap masyarakat sebagai subjek.
"Ini adalah model ekonomi kekeluargaan yang tidak membiarkan satu orangpun anggotanya tertinggal," katanya dalam diskusi bertema "110 Tahun Bung Hatta, Refleksi Pemikiran Ekonomi, Pasar, dan Keadilan" di Jakarta, Selasa (14/8).
Muliaman hadir sebagai pembicara dalam diskusi untuk memperingati pemikiran mantan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh antara lain Mutia Hatta, mantan Menteri Koordinator Ekonomi Rizal Ramli, pengamat energi Kurtubi, ekonom Sri Edi Swasono, pengajar filsafat Herry Priyono.
Pemikiran Hatta, menurut Muliaman, juga sangat menekankan pembangunan yang inklusif. "Namun justru kenyataan yang dihadapi Indonesia saat ini justru bertolak belakang dengan cita-cita Hatta tersebut," katanya.
Dia mencontohkan separuh lebih masyarakat Indonesia tidak mempunyai akses ke lembaga keuangan formal. Sementara dari kelompok miskin, 70-80 persen juga mengalami hal yang sama.
"Ini adalah bentuk eksklusifitas ekonomi kita, pembangunan yang inklusif akan membuka semua akses keuangan untuk semua orang karena ada korelasi positif antara akses terhadap lembaga keuangan dengan kesejahteraan," katanya.
Di sisi lain, dia juga mendukung pemikiran Hatta yang menempatkan negara sebagai aktor yang kuat dalam pembangunan. "Sebelum krisis Yunani, kita tidak pernah berpikir bahwa negara bisa gagal karena salah urus," katanya.
( Ant / CN33 )