
REMBANG, suaramerdeka.com - Aparat Polres Rembang menggandeng warga untuk ikut menyosialisasikan jalur alternatif bagi pemudik yang melintas di jalur tersebut. Kasatlantas Polres Rembang AKP Dudi Pramudia mengatakan jalur Pantura sepanjang 60 km di kabupaten itu rawan kemacetan di sejumlah titik.
Dudi mencontohkan, jalur Pantura perbatasan Rembang - Pati rawan macet menyusul proyek pelebaran jalan yang belum rampung. "Saat terjadi kemacetan pemudik akan kami arahkan melintas di jalur alternatif. Karena itu kami meminta warga tak segan membantu pemudik yang belum mengenal jalur alternatif," jelasnya, Senin (13/8)
Sejumlah jalur alternatif di wilayah barat Kabupaten Rembang yakni Dresi Kulon, Kaliori - Sumber - Pati. Pemudik juga bisa melintas Rembang - Blora - Grobogan - Semarang. Jalur alternatif di tengah dan timur Rembang masing-masing Lasem - Pamotan - Sedan - Sale - Bojonegoro, Pandangan - Sedan - Sale - Bojonegoro atau dari Sedan belok ke Sarang - Tuban lewat Pantura.
Dia menambahkan, pihaknya sudah memasang puluhan rambu peringatan dan penunjuk arah di jalur alternatif. Rambu tambahan itu diharapkan bisa memudahkan para pemudik yang memilih melintas di jalur alternatif. Hanya saja pemudik bisa saja tak melihat rambu terutama pada malam hari, karena jalur alternatif masih minim lampu penerangan jalan.
"Karena itu bantuan warga diperlukan agar pemudik tak tersesat di jalur alternatif. Kami juga akan menempatkan anggota di jalur Pantura dan alternatif mudik Lebaran," jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Rembang, Suyono mengatakan, pihaknya telah membuat peta jalur alternatif yang bisa diunduh melalui situs dinhubkominfo.rembangkab.go.id. "Bagi pemudik yang memiliki akses internet bisa membuka atau mengunduh peta tersebut," katanya.
( Saiful Annas / CN31 / JBSM )