panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Agustus 2012 | 00:02 wib
Ratusan Massa GPK Gelar Aksi Simpati di Bandungan


BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Sekitar 200 massa dari organisasi massa (ormas) Gerakan Pemuda Kabah (GPK) gabungan dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang seperti Bedono, Jambu, Banyubiru, Ambarawa, dan Bandungan, Minggu (12/8) menggelar aksi simpatik dengan mengelilingi sejumlah titik yang biasa digunakan untuk tempat prostitusi, tempat hiburan, dan warung makan.

Dengan menggunakan belasan mobil dan puluhan sepeda motor, massa yang memakai pakaian hitam bertuliskan 'GPK Jibril Divisi Merbabu' tersebut langsung menuju lingkungan Bandungan setelah sebelumnya sempat menyusuri sejumlah tempat diantaranya Gembol, Bawen dan Tegal Panas, Bergas.

Ketua GPK Jawa Tengah KH Syihabudin mengatakan, pihaknya menganggap terlalu berlebihan bila masyarakat menilai aksi ini sebagai aksi sweeping. Menurutnya, aksi yang mendapat pengawalan ketat dari jajaran Kepolisian Resor Semarang dibawah kendali Wakapolres Semarang Kompol Dodi Darjanto lebih mengacu pada aksi meluruskan atas ketentuan surat edaran yang sebelumnya dikeluarkan oleh Pemkab Semarang.

"Ini tidak sweeping, sangat berlebihan bila masyarakat menilai ini sebagai aksi sweeping. Yang tepat adalah aksi meluruskan surat edaran, dan sifatnya pun kami memberikan himbauan kepada pemilik hotel, tempat hiburan, dan warung agar menghormati bulan suci Ramadan. Jika ada warung yang buka siang hari, maka kami mengingatkan untuk menutup sebagian agar tidak terlihat jelas dari luar," katanya, didampingi Ketua GPK Kabupaten Semarang, Arip Widiyanto.

Dijelaskan, saat melewati lingkungan Bandungan, pihaknya sempat melihat banyaknya petugas keamanan yang berasal dari luar Bandungan. Selain itu, mayoritas rombongan yang melintas dengan mobil bak terbuka juga sempat melihat puluhan anggota barisan serba guna (Banser) NU yang terlihat melakukan penjagaan di lokasi hotel dan karoke.

"Tidak semua warga yang berjaga tadi adalah warga Bandungan, kami menyinyalir adanya petugas keamanan dari luar Bandungan. Selain itu, kami juga menyayangkan adanya Banser di sejumlah titik lokasi, harusnya mereka berjaga-jaga di gereja, wihara, atau tempat ibadah lainnya, serta keramaian bukan di tempat hiburan atau maksiat. Jelas aneh bila ada Banser di bulan suci Ramadan yang bertugas di tempat hiburan," tegasnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, barisan motor yang berada di depan terlihat berulangkali berhenti pada hotel dan warung makan yang masih buka. Setelah dihimbau, masing-masing pengelola selanjutnya diminta untuk menutup pintu atau membalik tulisan 'buka' atau 'ada kamar' jika ditemukan ada hotel yang buka.

"Kami akan selamanya memantau perkembangan wilayah Kabupaten Semarang, karena itu hukumnya wajib. Jika melihat kekuatan Bandungan yang seperti itu tentunya tidak mampu untuk turun tangan sendiri, untuk itu mungkin suatu saat kami harus mengundang massa dari wilayah lain. Pasalnya untuk menuju perubahan memang harus butuh pengorbanan, maka kita harus berkorban demi Islam dari pada menjadi korban," tandasnya, sembari mengungkapkan, ormas dari lain daerah sudah banyak menghubunginya untuk bergabung dan menawarkan harta bendanya untuk menegakkan Islam.

( Ranin Agung / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 23820
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 25453
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 25123
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 28418
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 24427
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER