
JAKARTA, suaramerdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera akhirnya menambatkan pilihannya pada Foke-Nara dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengaku kecewa dengan sikap Joko Widodo, wali kota Solo yang kini mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
Hidayat akhirnya memilih mendukung pasangan Foke-Nara. "Suara rakyat harus dihormati. Kalau rakyat sudah memilih sampai 2017, saya harus berkomitmen untuk itu, karena godaannya banyak. Misalnya dicalonkan Menteri dan sebagainya. Foke memberi kepastian akan berada diposisi ini sampai 2017," kata Hidayat di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8).
Kendati demikian, Hidayat juga mengakui hubungan silaturrahminya dengan Jokowi dalam keadaan baik-baik saja. Kedekatan Hidayat dengan Jokowi sudah berlangsung cukup lama. Saat Jokowi maju sebagai calon walikota, Hidayat salah satu juru kampanye. Hidayat mengaku hingga kini masih menginginkan Jokowi sebagai wali kota Solo.
"Karena saya tahu waktu dukung dia adalah untuk jadi wali kota untuk lima tahun, bukan untuk kemudian di tengah jalan pindah. Saya kira warga Solo juga memilih untuk lima tahun dan dia pun disumpah untuk menjabat lima tahun," paparnya.
Hidayat sempat mengingatkan kepada Jokowi untuk menyelesaikan masa jabatannya dalam lima tahun ke depan. "Saya sempat mengingatkan beliau untuk lima tahun, saya berharap bukan untuk menghadirkan pengkotak-kotakan, tapi untuk persatuan Jakarta," tandas Hidayat.
( Budi Yuwono / CN26 / JBSM )