panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Agustus 2012 | 07:10 wib
Idul Fitri Serentak Minggu 19 Agustus

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bila awal Ramadan terjadi perbedaan antara pemerintah dan sejumlah ormas Islam di Indonesia, Idul Fitri 1433 H tahun ini hampir pasti serentak jatuh pada Minggu Kliwon 19 Agustus 2012.

"Dapat dipastikan tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad, Al-Washliyyah dan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII)," kata Drs KH Slamet Hambali MSi anggota Badan Hisab Rukyat Pusat dalam halaqah alim ulama MUI Jateng "Memamahi Hilal Syawal 1433 H" di Hotel Semesta.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Dr KH Ahmad Darodji MA mengusulkan agar Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kesepakatan penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal.

"PP tersebut berisi kesepakatan-kesepakatam para ahli falak baik menyangkut imkanurrukyat, hisab, rukyah maupun itsbat. Dengan adanya PP itu nantinya semua harus taat dan patuh sehingga umat Islam Indonesia bisa melaksanakan puasa Ramadan serentak bersama-sama dan Idul Fitri 1 Syawal juga bersama-sama," tutur Kiai Darodji.

Menurutnya, jangan ada lagi perbedaan awal Ramadan maupun Idul Fitri. Karena, pendekatan dakwah jelas sangat tidak menguntungkan. "Bagaimana mau menyatukan umat, menyatukan Ramadan dan Idul Fitri saja tidak mampu? Karena itu butuh ada PP yang diterbitkan oleh Presiden," katanya.

Menurut Dr Ing Khafid dari Lajnah Falakiah PBNU, umat Islam Indonesia aneh. Garis tanggal hijriyah di Indonesia bisa melewati atap rumah-rumah umat Islam, sehingga dalam satu keluarga bisa memulai dan mengakhiri Ramadan pada hari yang berbeda-beda.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng KH Kharis Shodaqoh menjelaskan, berdasarkan pendapat jumhur ulama, dalam penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal melalui metode rukyah atau istikmal. Maka metode lain seperti melibatkan metode astronomi dan hisab sifatnya hanyalah pendukung atau penguat rukyatul hilal.

Menurut Kiai Slamet Hambali, berdasarkan hisab, pada Sabtu Wage 18 Agustus atau 29 Ramadan 1433 H, tinggi hilal kurang lebih 6 derajat dan matahari terbenam pada pukul 17.40.

"Muhammadiyah mempunya kriteria sendiri yakni hisab wujudul-hilal. Hilal dianggap sudah wujud bilamana saat matahari terbenam bulan tidak mendahului terbenam. Ijtimak sudah terjadi sebelum matahari terbenam. Muhammadiyah sudah mengumumkan bahwa awal Syawal 1433 H jatuh Minggu Kliwon 19 Agustus 2012," katanya.

( Muhammad Syukron / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
29 Agustus 2014 | 18:55 wib
Dibaca: 46
image
29 Agustus 2014 | 18:41 wib
Solar di SPBN Habis
Nelayan Bandengan Tak Melaut
Dibaca: 99
29 Agustus 2014 | 18:28 wib
Dibaca: 91
image
29 Agustus 2014 | 18:14 wib
Dibaca: 111
image
29 Agustus 2014 | 18:01 wib
Dibaca: 201
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER