panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Agustus 2012 | 19:06 wib
Kejagung Tunggu Laporan Pemerintah PNG soal Djoko Tjandra

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Jaksa Agung Darmono menyatakan, pemerintah Papua Nugini (PNG) masih melakukan pembahasan dengan pihak Duta Besar Indonesia untuk di sana. Kejagung sedang menunggu laporan dari Pemerintah Papua Nugini terkait ekstradisi buronan Djoko S Tjandra.

"Pembahasan masih berlangsung. Kita harapkan secepatnya," kata Darmono di Jakarta, Rabu (8/8).

Dia menyatakan sudah menerima surat dari Pemerintah PNG. Dijelaskan didalamnya PNG berharap ada undangan khusus dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah PNG untuk membahas persoalan itu bersama di Indonesia.

Darmono belum memastikan kapan waktu yang tepat untuk membahas persoalan tersebut bersama-sama. "Iya kami masih pertimbangkan, mengundang kan harus siapkan segala sesuatunya," ujarnya.

Djoko Soegiarto Tjandra. Pria tersebut diharapkan dapat segera menjalani eksekusi vonis Persidangan Peninjauan Kembali berupa kurungan penjara dua tahun. Djoko kembali menghebohkan Indonesia baru-baru ini. Dia semakin mempersulit eksekusi putusan PK, karena statusnya sudah menjadi Warga Negara Papua Nugini.

Status tersebut diutarakan Wakil Jaksa Agung, Darmono, beberapa waktu lalu. Dia menegaskan, meskipun Djoko Tjandra sudah berpindah kewarganegaraan, itu tidak akan menjadi halangan bagi pemerintah Indonesia untuk memulangkannya. Ini disebabkan karena ada beberapa keanehan dengan perpindahan kewarganegaraan tersebut.

Darmono meyakini ada yang tidak beres dalam proses perpindahan kewarganegaraan Joko. Dua hal yang harus dipenuhi dalam perpindahan status kewarganegaraan: pertama tidak terlibat dalam permasalahan hukum di negeri asal. Kedua menyampaikan informasi seputar dirinya dengan benar.

Djoko diyakini memalsukan informasi sehingga lolos dalam proses perpindahan kewarganegaraan. "Ada keterangan tidak benar bahwa dia tidak bermaslah hukum. Info yang kita duga palsu sudah kita sampaikan ke pihak Dubes," paparnya.

( Budi Yuwono / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
30 Juli 2014 | 18:00 wib
Dibaca: 108
image
30 Juli 2014 | 17:50 wib
Dibaca: 123
image
30 Juli 2014 | 17:40 wib
Dibaca: 127
30 Juli 2014 | 17:30 wib
Dibaca: 134
30 Juli 2014 | 17:20 wib
Dibaca: 184
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER