panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Agustus 2012 | 18:37 wib
Harga Ideal Kedelai, 1,5 Kali Harga Beras


BANDUNG, suaramerdeka.com - Untuk menaikkan produktivitas kacang kedelai, masalah harga dan lahan harus dipecahkan terlebih dahulu. Penyelesaian kedua persoalan tersebut diyakini bakal menaikan gairah bertani atas komoditas tersebut.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, Dr Haryono, petani sebenarnya hanya berpikir sederhana. Tanaman yang ditanamnya memang memberikan keuntungan nyata. Berdasarkan pemetaan pihaknya, kedelai dalam negeri pantas dihargai lebih dari Rp 8 ribu per kg. Di bawah angka itu, kondisinya sudah tak lagi prospektif.

"Kalau bisa dipasang 1,5 kali dari harga beras, yakni sekitar Rp 8-10 ribu, baru petani bisa untung. Ditambah policy yang tepat, mereka juga mau menanam tanpa disuruh," tandasnya di Bandung, Rabu (8/8).

Tanpa perubahan harga, Haryono pesimis peningkatan volume bisa terjadi. Dengan produksi 2,7 ton per hektare, pencapaian itu masih terbilang rendah. AS sebagai negara importir ke Tanah Air bisa membukukan 5 ton per hektare.

Padahal, Indonesia mempunyai 73 varietas kedelai hasil pengembangan yang sudah disesuaikan dengan kondisi alamnya. Sebanyak 5-10 varietas paling sering ditanam seperti Grobogan, Wilis, Argomulyo, Anjasmoro, Detam (kedelai hitam), hingga Tanggamus khusus tanam di rawa.

"Meski demikian, untuk ditanam dalam jumlah banyak, susah. Selain harga juga lahan. Kedelai harus berkompetisi dengan jagung yang dianggap lebih menguntungkan," tandasnya.

Dalam kaitan itu, pihaknya berharap kebijakan yang tepat terkait harga, lokasi tanam, dan peran Bulog bisa mengurai masalah tersebut. Diharapkan, skema tersebut tuntas pada 2014. Diingatkan, kebijakan itu bertalian dengan eksistensi pengrajin tempe tahu dan konsumen. Ketiga sektor itu harus ditangani bersamaan.

Dalam kasus tempo hari, pengrajin mengalami kerugian tak sedikit akibat kenaikan harga kacang kedelai impor. Untuk pengolahan 300-400 Kg kedelai per hari, pengrajin bisa untung bersih antara Rp 1,1 hingga 1,4 juta. Kenaikan 30 persen menjadikan untung anjlok hingga yang diperoleh hanya Rp 600-800 ribu.

"Komponen kedelai itu mencapai 70 persen dari struktur usaha tahu tempe. Ini juga harus diperhatikan. Karena harga ke konsumen pun naik. Naik sedikit diharapkan tak jadi masalah buat penggemar tahu tempe, karena sebenarnya ini merupakan barang premium," tandasnya.

( Setiady Dwi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15179
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16059
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15828
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18379
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15310
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER