
MOSKWA, suaramerdeka.com - Roket pendorong (booster) Briz-M pada roket pembawa muatan Proton milik Rusia gagal berfungsi. Hal ini mengakibatkan dua satelit yang dibawa, salah satunya milik Indonesia, Telkom-3, gagal ditempatkan pada orbit.
Badan ruang angkasa Rusia, Roscosmos, mengatakan hal tersebut, seperti diberitakan badan tersebut di Moskwa, Rusia, Selasa (7/8), sebagaimana diberitakan kantor berita Associated Press. Roscosmos mengatakan, roket peluncur bernama Proton-Mrocket, yang membawa satelit milik Rusia dan Indonesia, mati lebih cepat dari yang diduga setelah diluncurkan dari landasan Baikonur di Kazakhstan, Senin (6/8).
Dijelaskan, roket Proton dengan pendorong Briz-M yang membawa satelit Express MD2 dan satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Telkom-3 ini diluncurkan pada pukul 23.31 waktu Moskow dari pusat antariksa Baikonur, Kazakhstan.
"Pendorong Briz-M dan dua satelit tidak terdeteksi pada orbit transisi. Namun, sinyal dari pendorong itu diterima dari orbit darurat sementara," kata Roscosmos dalam pernyataan di laman resminya.
( AP , Diantika PW / CN27 / JBSM )