panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Agustus 2012 | 22:11 wib
Cegah "Cicak-Buaya", Presiden Diminta Bertindak


JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk segera bertindak dengan meminta Polri mematuhi UU Komisi Pemberantasan Korupsi. Selanjutnya, Polri juga harus segera menyerahkan kasus simulator SIM ke KPK.

"Ketegasan ini harus dilakukan di tengah kesan keengganan Polri untuk melimpahkan ke KPK," kata pakar hukum Hikmahanto Juwana, Jumat (3/8).

Menurutnya, tindakan Presiden dibutuhkan agar kasus "Cicak-Buaya" tidak terulang kembali. Hal itu juga untuk menghindari kondisi masyarakat yang terbelah dari kasus hukum yang mencuat.

"Kelambanan Presiden dalam bertindak justru akan menjadikan kasus simulator SIM menjadi beban tersendiri. Apalagi ketika masyarakat mengambil alih permasalahan itu melalui berbagai cara, termasuk sosial media," ujarnya.

Dia menambahkan, kejadian "Cicak-Buaya" seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk diwaspadai agar tidak terulang. Dikatakan, perintah Presiden kepada Kapolri untuk mematuhi UU KPK, bukanlah intervensi hukum. "Sebab, perintah tersebut merupakan komitmen dan keberpihakan Presiden untuk tegaknya negara hukum," tandasnya.

( Saktia Andri Susilo / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15169
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16047
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15816
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18364
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15298
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER