panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Agustus 2012 | 20:34 wib
Penyewaan Dua Pesawat Tak Dibahas di RKAP

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan Direktur Keuangan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Guntur Aradea mengakui, rencana penyewaan dua unit pesawat jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 pada tahun 2006, tidak dibahas dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2006.

Hal itu disampaikan Guntur saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Dirut PT MNA Hotasi Nababan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (2/8). Padahal, menurut Guntur, seharusnya setiap program terkait pengadaan dibahas dalam RKAP.

Dia menambahkan, rencana penyewaan tersebut sudah mulai dilakukan sejak awal tahun 2006. Dengan mengiklankan kebutuhan pesawat tersebut dalam website PT MNA. Di mana, disertai dengan spesifikasi pesawat yang dibutuhkan. "Dari informasi yang saya dapat waktu itu, pencarian pesawat dimulai awal tahun 2006 melalui iklan-iklan di website. Pencarian pesawat dilakukan sebelum RKAP," kata Guntur.

Dia pun membenarkan bahwa perintah penyewaan pesawat ke Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) berasal dari terdakwa Hotasi Nababan selaku Direktur Utama (Dirut) PT MNA ketika itu. "Iya (perintah Hotasi). Ada di dalam nota dinas. Ada disposisi dari Dirut bahwa perintah segera dilaksanakan," ujarnya.
 
Seperti diketahui, Hotasi didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek penyewaaan dua unit pesawat jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 pada tahun 2006. Terdakwa Hotasi bersama General Manager Craft Procurement MNA, Tony Sudjiarto telah melakukan kerjasama dengan perusahaan leasing di Amerika Serikat, Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) untuk penyewaan dua unit pesawat Boeing.

Padahal, rencana penyewaan dua unit pesawat itu tidak mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tindakan Hotasi itu melanggar Pasal 22 ayat 1 dan 2 UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

( Mahendra Bungalan / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
21 April 2014 | 11:38 wib
Dibaca: 3
image
21 April 2014 | 11:29 wib
Dibaca: 3
21 April 2014 | 11:20 wib
Dibaca: 81
21 April 2014 | 11:11 wib
Dibaca: 251
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER