panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Juli 2012 | 07:15 wib
Kasus Bentrok di Sumatera Selatan
IPW Minta Lima Perwira Diperiksa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesian Police Watch (IPW) mendesak agar lima perwira polisi diperiksa akibat penyerbuan Brimob ke Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang mengakibatkan satu anak-anak tewas dan sejumlah orang lainnya tertembak.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyatakan, kelima perwira itu adalah Kapolda Sumsel, Direktur Operasi, Kasat Brimob Sumsel, Kapolres Ogan Ilir dan perwira pemimpin penyerbuan. Menurutnya, mereka turun ke Desa Limbang Jaya adalah atas perintah atasannya. "Untuk itu lima perwira atasan mereka juga harus diperiksa," ujar Neta kepada wartawan, Minggu (29/7).

Dia mengatakan, proses pemeriksaan terhadap lima perwira itu harus dilakukan Mabes Polri, Komnas HAM dan Kompolnas. "Tanpa itu, pemeriksaan hanya menyentuh polisi kelas bawah, sementara atasannya enak-enakan dan tidak tersentuh," ujarnya.

Dia menjelaskan, IPW menilai ada lima keanehan di balik penyerbuan polisi ke Limbang Jaya. Pertama, benarkah telah terjadi pencurian pupuk milik PTPN. Jika pun benar, apakah semua warga Limbang Jaya terlibat pencurian sehingga desa itu harus diserbu Brimob. Kedua, apa dasar hukumnya pasukan Brimob dilibatkan untuk mencari pencuri pupuk, bukankah itu tugas reserse.

Ketiga, IPW menilai apa yg terjadi di Limbang Jaya adalah penyerbuan dan bukan patroli dialogis seperti yang dikatakan polisi. "Polri tidak mngenal adanya Patroli dialogis. Kalau pun ada operasi dialogis sifatnya tertutup, dengan cara melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat agar membantu menyerahkan pelaku pencurian pupuk."

Keempat, kasus ini bermula saat puluhan truk yang mengangkut Brimob bersenjata lengkap melintas di Limbang Jaya. "Lalu siapa yang memerintahkan operasi tersebut dan sangat mustahil Kapolda, Dir operasi dan Kasat Brimob tidak tahu dengan penyerbuan ini."

Kelima, siapa yang membiayai operasi penyerbuan ini. "Adakah pihak PTPN membantu dana operasinya? Jika ada ini merupakan gratifikasi dan suap untuk memperalat polisi dalam menzalimi rakyat Limbang Jaya, sehingga para pejabat PTPN yang memberi bantuan harus diperiksa."

Neta mengungkapkan, IPW menyayangkan terjadinya penyerbuan ini dan mengingatkan Polri adalah alat negara yang senantiasa harus melindungi rakyat. Jika terjadi pelanggaran hukum di masyarakat, Polri harus profesional dan bukan memihak, apalagi diperalat untuk menzalimi rakyat.

( Nurokhman / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 04:14 wib
Dibaca: 52
31 Juli 2014 | 03:59 wib
Dibaca: 40
31 Juli 2014 | 03:45 wib
Dibaca: 164
31 Juli 2014 | 03:30 wib
Dibaca: 135
31 Juli 2014 | 03:14 wib
Dibaca: 187
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER