
SEMARANG, suaramerdeka.com - Banyaknya tayangan komedi di sejumlah acara televisi nasional yang menuai banyak protes, sebetulnya kesalahan bukan pada komedian semata, tapi justru dari penyelenggara siaran.
"Komedian itu hanya menghibur rakyat dan mengkritisi kebijakan politik, jadi komedian lebih pintar selangkah dari politikus. Kalau selama ini ada protes pemirsa, sanksi harus ditimpakan ke penyelenggara jangan pada komediannya," kata Eko Patrio, anggota Komisi X DPR-RI di Semarang.
Menurut mantan pelawak yang sekarang menjadi wakil rakyat ini, komedian itu adalah bagian terkecil dari unsur tayangan. Adapun peranan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus lebih tegas lagi dengan kebijakan yang harus ada punishment. Selama ini kan hanya mengimbau dan menegur. "Kalau memang ada sanksi yang tegas saja, itu harus ditimpakan pada produser," katanya.
"Sekali lagi jangan salahkan komediannya. Sebenarnya komedian itu kan ibaratnya kertas putih, bisa diberi warna apa saja. Jadi pihak broadcast, KPI dan penontonlah yang harus memberikan relnya dengan baik," lanjut Eko.
( Bambang Isti / CN31 / JBSM )