
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tingkat pencemaran sungai yang kian parah, mendorong komunitas warga di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong menggelar aksi Grebeg Air. Wujud kegiatan yang dilaksanakan antara lain pengelolaan sampah, penanaman pohon, pembibitan tanaman obat, dan pelatihan.
Program berbasis pelestarian sumber air itu diluncurkan Minggu (15/7) di kompleks Dusun Papringan, Desa Caturtunggal, Depok, Sleman. Dalam realisasinya, masyarakat menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Sleman dan pihak swasta Martha Tilaar Group.
Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso menjelaskan program sudah dirintis sejak Kamis (12/7) lalu, dengan wujud aksi pembersihan sampah di sekitar kawasan Gajah Wong. "Ada tiga ratusan warga yang terlibat. Sebelumnya sudah kami awali dengan sosialisasi dan motivasi," ujarnya.
Tahap awal program ini ditargetkan rampung dalam satu atau dua tahun. Pada acara launching itu dilakukan pula pemberian bantuan sarana penghijauan kepada perorangan dan kelompok. Diantaranya fasilitas bank sampah, pertanian organik, bibit pohon, perpustakaan, komposter, dan biopori. Bantuan lainnya berupa angkringan bergulir, jamban keluarga, dan papan rambu.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengimbau warga untuk menjaga kebersihan Sungai Gajah Wong. Pasalnya selama ini, hampir seluruh lokasi bantaran sungai telah tercemar limbah sampah. "Rata-rata sungai yang berhulu di Merapi sudah tercemar dengan level sedang sampai berat. Padahal jika dirawat dengan baik, sungai bisa menjadi tempat rekreasi yang menarik," katanya.
Presiden Komisaris PT Martha Tilaar Group, Martha Tilaar mengharapkan program ini tidak hanya difungsikan untuk pelestarian lingkungan. Namun juga bisa dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat, dan membuka lapangan kerja.
( Amelia Hapsari / CN27 / JBSM )