panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Juli 2012 | 14:17 wib
Wanita UEA Kampanyekan Anti Busana "Minim"
image

BUSANA MINIM: Sejumlah wisatawan di Kota Dubai. (suaramerdeka.com/ AP)

ABU DHABI, suaramerdeka.com - Semakin bebasnya gaya berbusana wanita asing di kota Abu Dhabi membuat warga cemas. Pasalnya busana minim dinilai kurang sesuai dengan budaya di negara yang menjunjung abaya hitam sebagai busana khas Muslim Emirat itu.

"Saat akan ke pusat perbelanjaan, saya melihat dua wanita mengenakan, saya tidak bisa mengatakan itu celana pendek, melainkan (seperti-red) pakaian dalam," kata al-Muhairi (23), seorang pekerja pemasaran.

"Sungguh, itu bukan celana pendek," katanya. "Aku berdiri dan berpikir: Mengapa hal ini terus terjadi di mal di mana bayak pengunjung adalah keluarga beserta anak-anak?" tambahnya.

Gagal membujuk mal untuk campur tangan, al-Muhairi dan warga Emirat lain, Hanan al-Rayes, memilih jejaring sosial Twitter untuk menyampaikan kepedulian mereka.

Kampanye mereka @UAEDressCode pun menuai dukungan. Melalui akunnya ia ingin mengeksplorasi cara memerangi meningkatnya jumlah pembeli gaun berpotongan rendah dan hot pants.

Kampanye ini, menurut al-Muhairi, juga adalah bentuk keprihatinan akan suara minoritas kecil penduduk asli Emirat di negara mereka sendiri.

Dari 8 juta orang yang hidup di negara Teluk, hanya 10 persen saja yang merupakan warga asli. Sebagian besar penduduk terdiri dari pekerja ras Asia, Afrika dan Timur Tengah, serta para ekspatriat Barat yang tinggal sementara.

"Seiring menguatnya globalisasi warga UAE semakin khawatir bahwa tradisi mereka dan nilai-nilai inti mereka terkikis," kata Christopher Davidson, seorang ahli urusan Teluk Britain's Durham University, seperti dikutip AP.

"Dalam beberapa hal, ini adalah reaksi akar rumput kepada pemerintah dan pemimpin yang selama bertahun-tahun tak berbuat banyak terkait erosi (budaya) ini," tambahnya.

Terkait hal ini, pekan lalu badan penasehat publik UEA menyatakan akan mendorong langkah-langkah pencegah penggunaan pakaian minim oleh wisatawan di negara itu. Dewan Federal Nasional, Selasa (2/7) juga menyatakan akan mendukung proposal terkait larangan ini. Hal ini setelah menteri kebudayaan di negara itu, Abdulrahman al-Owais, menyatakan dukungannya atas tradisi konservatif UEA.

Uni Emirat Arab (UEA) adalah sebuah negara persatuan dari tujuh emirat yang kaya akan minyak bumi. Tujuh negara bagian emirat adalah: Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain.

( Linda Putri , AP / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 35524
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36740
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 37160
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 41286
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 36341
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER