
JAKARTA, suaramerdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatakan performa terbaik di antara indeks regional di sesi I perdagangan.
IHSG berada pada posisi 4.081,55 pada penutupan sesi awal pukul 12.00 WIB tadi. Angka ini naik 0,78% dari level 4.059,87 pada pembukaan pasar. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) dibuka menguat 2,55 poin (0,37 persen) ke level 698,21.
Kenaikan indeks hari ini merespon data factory order di Amerika serta kenaikan harga sejumlah komoditas.
Analis Samuel Sekuritas, Christine Salim mengatakan, ekspektasi pasar akan potensi langkah stimulus dari beberapa bank sentral di Eropa, AS dan China menjadi salah satu katalis positif bagi bursa saham global.
Namun demikian, kata dia, beberapa sektor yang telah menguat signifikan dalam sepekan terakhir seperti pertambangan, semen, konsumer dan perkebunan cukup rawan aksi ambil untung.
Aksi profit taking kemungkinan bisa terjadi di sesi kedua karena secara teknikal IHSG telah membentuk runaway gap paska menanjak tiga hari berturut-turut.
"Kami mengkhawatirkan ruang gerak IHSG yang sudah sempit," tutur Wilson. Apabila terjadi profit taking, diperkirakan titik support IHSG berada di level 4.022.
( Ant / CN33 )