panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Juli 2012 | 22:14 wib
Balita Dua Pekan Koma, Ortu Gagal Urus Jamkesmas
image

HARAPKAN BANTUAN: Sutrisno dan Sunarwini menunggui putranya Daffa Ferdinan Karunia yang saat ini dirawat di ruang PICU RSUP Dr Kariadi Semarang, Senin (2/7). (suaramerdeka.com/ Hanung Soekendro)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Hanya berdoa dan memohon mukjizat diturunkan oleh Yang Kuasa. Segala upaya telah dilakukan oleh Sutrisno (45) dan Sunarwini (45) untuk kesembuhan anak bungsunya, Daffa Ferdinan Karunia (5). Bagaimana tidak? Sutrisno yang kesehariannya bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan penyedap rasa ini telah mengeluarkan biaya hampir Rp 60 juta untuk perawatan Daffa.

"Tak tahu lagi harus bagaimana. Uang bantuan dari kantor dan hutangan sudah habis," kata Sutrisno yang menemani Daffa yang kini dirawat di ruang pediatric intensive care unit (PICU) Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi, Semarang, Senin (2/7). Sutrisno saat ini tercatat sebagai warga Kebondalem RT 7 RW 1 Kendal.

RSUP Dr Kariadi merupakan rumah sakit keempat yang disinggahi untuk perawatan anak ketiganya. Dimana Daffa baru masuk pada Minggu (1/7) kemarin. Semenjak mengeluh sakit perut sekitar tiga pekan lalu, Daffa langsung diperiksakan ke bidan desa. Usaha ini tidak berhasil, pasien justru muntah-muntah.

Semenjak saat itu Daffa mengeluhkan ingin buang air besar namun pada kenyataannya tidak pernah keluar. Dibawalah Daffa ke RSUD Kendal. Hanya sehari di sana, dan tampak tak ada perkembangan maka Daffa dipindahkan lagi ke RS Telogorejo. "Daffa masih sempat berbicara saat masuk IGD RS rumah sakit. Tapi setelah itu, ia tak sadarkan diri sampai sekarang. Dan kata dokter, kondisinya tinggal sepuluh persen," kata Sunarwini.

Puluhan juta telah dihabiskan. Untuk sedikit menghemat uang yang terus menipis, orang tua berinisiatif mencarikan rumah sakit pemerintah. Daffa kemudian dipindahkan ke RS Tugurejo. Sayangnya, di sana selang ventilator pernafasan sudah terpakai semuanya. Mau tidak mau, Sutrisno megalihkannya ke RSUP Dr Kariadi.

Kekhawatiran tidak bisa membayar biaya pengobatan terus menghantui. "Di sini (RSUP Dr Kariadi), tiga hari saja biayanya Rp 10 juta," tutur Sutrisno.

Sebenarnya, pihak rumah sakit sudah memberikan lampu hijau pada Sutrisno untuk menggunakan Jamkesmas atau Jamkesda. "Setelah diberitahu sayang senang dan segera ngurus ke Dinas Kesehatan Kendal. Sayangnya ditolak. Alasan yang diberikan petugas dinas kesehatan, dinas masih minus Rp 2,1 miliar," katanya.

Saat ditanyakan mengenai sakit yang diderita anaknya, Sunarwini yang merupakan ibu rumah tangga mengaku tidak tahu secara pasti. "Saya belum jelas. Tapi hasil rontgen kepala, ada pembengkakan," tuturnya pelan.

Sayangnya, hingga sore kemarin dokter spesialis anak yang menangani Daffa, dr supriyatna SpA, belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.

Terpisah, Kepala Humas RSUP Dr Kariadi, dr Darwito SH SpB(k) onk, mengatakan begitu melihat kondisi pasien maka pihaknya langsung melakukan penanganan intensif. "Untuk biaya bisa dicover Jamkesmas. Orang tua pasien segera saja mengurusnya," ujarnya.

( Hanung Soekendro / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 5471
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 6124
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 5914
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7398
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 5693
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER