
SIAP DICUKUR: Enam anak berambut gembel menunggu giliran dicukur rambutnya dalam prosesi cukur rambut gimbal dalam Dieng Culture Festival 2012, di komplek Candi Arjuna. (suaramerdeka.com/M syarif SW)
BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Dieng Culture Festival atau Festival Budaya Dieng, mesti dijadwalkan tetap sehingga bisa dijadikan patokan masyarakat, wisatawan dan biro wisata dalam menawarkan paket perjalanan wisata.
"Ke depan bisa dijadwalkan secara tetap, mungkin seperti tahun ini yakni bertepatan dengan masa liburan sekolah. Selain akan menjaring banyak pengunjung, bila agendanya tetap maka orang akan punya ancang-ancang waktu yang pasti dalam merencanakan liburannya," kata Wabup Hadi Supeno, Senin (2/7).
Setelah waktunya bisa ditentukan, tinggal dipromosikan atau disampaikan ke warga, biro wisata juga pengusaha transportasi secara luas, agar masuk kalender tetap perjalanan wisata mereka.
Tradisi cukur rambut gembel atau gimbal, lanjut dia, hanya ada di Dataran Tinggi Dieng sehingga sangat tepat bila Pemkab Banjarnegara bersama masyarakat bahu-membahu menjadikan itu sebagai ikon wisata Banjarnegara dan Jateng.
"Tinggal ke depan kami perlu mengemas dengan lebih baik lagi, sehingga akan menarik lebih banyak lagi pengunjung. Pelaksaan tahun ini sudah baik tinggal kita tambah sisi lain, termasuk promosi yang gencar untuk skala nasional dan internasional," tandasnya.
( M Syarif SW / CN26 / JBSM )