
PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Para pejabat di jajaran pemkab Purbalingga mendadak kaget. Usai mengikuti upacara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di halaman Pendopo Dipokusumo Pemkab Purbalingga, Senin (25/6) pagi, para pejabat itu dilarang meninggalkan halaman pendopo. Mereka digiring ke salah satu ruangan guna menjalani tes urine.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga Edi Suyanto mengemukakan, tes urine bagi para pejabat memang sengaja dilaksanakan dadakan. "Jika diberitahukan lebih dahulu, mungkin banyak penjabat yang enggan mengikuti upacara," katanya.
Dikatakan Edi Suyanto, tes urine dilakukan sebagai upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika di jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
"Kami menggelar tes urine secara kontinyu, tidak hanya di lingkungan instansi pemerintah tetapi juga bagi pelajar, karyawan swasta, dan masyarakat. Melalui cara ini, peredaran narkoba dapat ditekan," kata Edi.
Wakil Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto usai menjadi inspektur upacara mengungkapkan, pihaknya menyambut baik upaya yang dilakukan BNN Purbalingga melaksanakan tes urine. Tes urine ini dapat mewujudkan lingkungan pemerintahan yang bersih dari narkoba.
"Setiap aparatur pemerintah sudah seharusnya mampu menjadi teladan dalam segala hal termasuk dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba ini. Jangan sampai ada aparat pemerintah yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba," kata Sukento.
( Ari Ariawan / CN33 / JBSM )