panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Juni 2012 | 21:18 wib
Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB Abaikan Petaka Laut Timor

 

KUPANG, suaramerdeka.com - Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni menuturkan, Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan (United Nations Conference on Sustainable Development/ UNCSD) di Rio de Janeiro Brasil, 20-22 Juni 2012 lalu tidak sedikitpun menyinggung tentang pencemaran Laut Timor.

"Tentu hal itu sangat disesalkan. Padahal konferensi itu juga disebut Rio+20 karena diselenggarakan 20 tahun setelah Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (United Nations Conference on Environment and Development/ UNCED) yang juga disebut KTT Bumi di tempat yang sama, 3-14 Juni 1992," ujarnya.

Rio+20 dihadiri sedikitnya 115 kepala negara/ pemerintahan termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 50 ribu peserta pemangku kepentingan pembangunan berkelanjutan dari seluruh dunia, termasuk eksekutif perusahaan, dan perwakilan gerakan sosial atau lingkungan.

Menurut mantan agen imigrasi keduataan besar Australia ini bahwa Rio+20 berslogan The Future We Want (Masa Depan yang Kita Mau) dengan spirit tinggi komunitas dunia untuk menyelamatkan kelangsungan kehidupan planet bumi seisinya.

"Sebenarnya Presiden SBY punya kesempatan baik untuk menyampaikan hal ikhwal terkait dengan kemajuan pembangunan di  Indonesia, tentunya dengan diplomasi apa adanya,dan harus nyatakan secara terbuka tanpa ditutup-tutupi tentang pencemaran laut Timor," kata Tanoni.

Ironisnya, kata dia, delegasi Indonesia dalam konferensi tersebut berapi-api membicarakan tentang Coral Triangle Initiatives (CTI) dan Green Economy.

Bahkan, dalam peresmian Gedung Sekretariat Tetap (Permanent Secretariat) Regional Coral Triangle Initiatives (CTI) di Manado Sulawesi Utara belum lama ini Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Cicip Sutardjo berjanji akan terus mengembangkan Industrialisasi Perikanan dan juga akan mendukung program Presiden RI yang Pro Growth (pro pertumbuhan), Pro Poor (pro miskin) , Pro Job (pro lapang kerja) dan Pro Environment (pro lingkungan).

Jika SBY berdiplomasi secara apa adanya, dan terbuka dengan memberi contoh tentang Petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor yang sudah hampir tiga tahun tidak jelas juntrungannya, maka diyakini diplomasi SBY ini akan mampu dan berhasil menembus berbagai sekat politik dan diplomasi dengan Australia dan Thailand yang selama ini menjadi hambatan.

"Yang terpenting adalah masalah pencemaran laut Timor ini bisa dijadikan sebuah preseden hukum untuk dapat digunakan anak cucu bangsa Indonesia di masa akan datang dan rakyat korban diberi ganti rugi yang sesuai dan memadai," tandasnya.

( Andika Primasiwi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13248
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13984
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13758
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16145
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13322
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER