panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Juni 2012 | 12:41 wib
Setiap Minggu, Ratusan Pengunjung ke Kedung Turuk

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Kompleks air terjun di Dusun Mlati, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri kini mulai banyak dikunjungi. Setiap minggu, ratusan pengunjung menikmati keindahan panorama air terjun tujuh tingkat tersebut.

Ketujuh air terjun itu mulai dari bawah diberi nama Banyu Anjlok, Kedung Dandang, Kedung Bunder, Kedung Turuk, Jurang Gandil, Kayu Tangan, dan Kali Telu. Selain itu masih ada dua air terjun lagi yang berada jauh di puncak gunung. Namun, yang menjadi favorit adalah Kedung Turuk karena tempatnya yang eksotis serta bebatuannya menyerupai bentuk alat kelamin wanita (turuk).

Prayitno, perangkat desa setempat mengatakan, pengunjung mulai ramai senjak warga membuka jalur menuju air terjun. Beberapa bulan lalu, warga telah memperlebar jalan setapak. Mereka bahkan membangun beberapa titian dan jembatan bambu untuk mempermudah wisatawan melewatinya.

Dia mengungkapkan, sebagian besar pengunjung merupakan remaja. Namun banyak juga pengunjung yang mengajak serta keluarganya, dari anak hingga orang tua. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Wonogiri, Solo dan Sukoharjo. "Setiap Minggu, pengunjungnya sampai ratusan. Pendapatan parkir saja sampai sekarang sudah terkumpul Rp 3 juta. Siswa-siswa SMK dari Wonogiri dan Solo juga berencana mengadakan perkemahan di sekitar obyek wisata," katanya.

Sejumlah warung dan gasebo juga telah dibangun. Bahkan, warga berencana menggelar pertunjukan campur sari di kompleks air terjun, sekitar bulan Safar mendatang. "Mungkin panggungnya dibangun di atas kedung biar lebih menarik," ujarnya.

Triyatno, seorang pemilik warung mengatakan, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati keindahannya. Namun, ada beberapa yang membawa pulang air dari Kedung Turuk. Mereka percaya air itu mempunyai khasiat tertentu. "Kadang ada yang mengambil sampai satu jerigen dibawa pulang," tuturnya.

Menurut sejumlah warga, rangkaian air terjun tersebut dahulu merupakan sumber yang besar. Namun pernah ditutup sehingga alirannya tidak sebesar zaman dahulu. Oleh karenanya, warga bermaksud membuka kembali sumber itu agar alirannya kembali besar.

Kepala Desa Keloran, Maryanto mengatakan, warga terus bekerja bakti membuka jalur ke air terjun. Beberapa bulan lalu, air terjun itu masih sulit ditembus karena banyak semak belukar. Tetapi sekarang, jalurnya sudah lebih lebar dan mudah dilewati. Pengunjung cukup berjalan kaki antara 15-20 menit dari tempat parkir.

( Khalid Yogi / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 35250
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36481
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36867
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40978
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 36050
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER