
CITA-CITA menjadi dokter bagi Riri Eri Susanti (9), siswa kelas 3 SD Ngaliyan 6 seperti kenyataan. Rabu (20/6) pagi bersama 27 siswa SD 6 Ngaliyan mendapat kesempatan menjajal profesi dokter di RS Panti Wilasa Dr Cipto Semarang.
Seragam putih merah saat sekolah, harus diganti putih utuh sebagai seragam dokter. "Senang bisa jadi dokter cilik, tadi belajar memeriksa teman," kata gadis ini dengan ceria.
Anak-anak diajak menjadi dokter cilik bagi teman-temannya sendiri. Simulasi pemeriksaan kesehatan diberikan penyuluh dari RS Panti Wilasa. Mereka juga diajak ke ruang rawat jalan dan rawat inap untuk mengetahui pasien. "Senang lagi pas dokter periksa gigi saya," kata Ibnu Latifu (7), siswa kelas 1 SD Ngaliyan 6 ini.
Usai dari rumah sakit, rombongan bergerak ke Pusat Penerbang Angkatan Darat Skuadron-31/Serbu yang bersebelahan di Bandara A Yani Semarang. Anak-anak mendapatkan pengenalan tentang profesi Tentara Penerbang Angkatan Darat. Tidak hanya itu, tim dari Penerbad juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melihat helikopter yang ada di hanggar.
Sambil merasakan duduk di dalam heli, mereka serius menyimak penjelasan tentang detail heli. "Kami ajak mereka supaya mengenal beragam profesi agar tumbuh cita-cita untuk menjadi orang berguna kelak," kata Public Relations Mal Ciputra Semarang, Aisa R Jusmar, Rabu (20/6).
Program cooporate social responbility (CSR) Mal Ciputra diberikan kepada siswa dalam bentuk perjalanan pendidikan ke berbagai tempat. Setelah dari Penerbad, siswa diajak ke markas Polisi Air Polda Jateng di Pelabuhan Tanjung Mas. Mereka sempat menaiki kapal saat diberikan penjelasan tentang tugas dan fungsi Polair.
Sebelumnya siswa juga diajak ke Museum Kereta Api Ambarawa serta ke beberapa perusahaan besar untuk melihat proses produksi. "Agar anak-anak punya pengalaman yang menjadi bekal saat dewasa nanti," kata Aisa.
( Zakki Amali / CN26 / JBSM )