panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Juni 2012 | 22:22 wib
Diduga Memeras, Oknum Bea Cukai Ditangkap KPK


JAKARTA, suaramerdeka.com -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap petugas di bawah Kementerian Keuangan. Setelah menangkap petugas pajak, kali ini KPK menangkap petugas bea cukai dengan dugaan melakukan pemerasan.

Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, KPK menangkap tujuh orang terkait kasus dugaan pemerasan oleh oknum Bea Cukai terkait pengurusan dokumen dan barang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. "Sekitar pukul 18.00 WIB, penyidik KPK melakukan upaya tangkap tangan di dua tempat berbeda," ujar Johan Budi di kantornya Rabu (20/6).

Dia memaparkan, penangkapan dilakukan di terminal kargo Bandara Soekarno Hatta dan rest area km 13 tol Jakarta-Merak. Satu orang yang ditangkap diduga oknum Bea Cukai bernisial W, E dan A adalah pihak swasta yang merupakan perantara, A warga negara Amerika Serikat, R perantara WNA dan dua orang yang merupakan supir dan security.

"Yang di rest area km 13 kami tangkap empat orang, yakni A WNA Amerika, R kemudian dua orang yang diduga supir dan security," ujar Johan.

Diketahui, W merupakan Wahono yang merupakan pejabat Bea Cukai, Bandara diduga menerima uang dalam kaitan dengan proses dokumen barang yang tertahan di Bea Cukai milik perusahaan tempat si A yang belakangan diketahui Andrew seorang WNA bekerja.

Lebih lanjut, Johan mengatakan, dalam penangkapan petugas mengamankan barang bukti sejumlah uang senilai ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pejabat Bea Cukai, Wahono terhadap Andrew seorang warga negara Amerika Serikat.

"W diduga menerima uang kaitannya dengan proses dokumen barang yang tertahan di Bea Cukai milik perusahaan A bekerja. Di tangan W KPK menemukan uang seniali Rp 104 juta," kata Johan.

Selain itu, penyidik KPK juga menemukan uang senilai Rp 6 juta dari tangan Edy, orang yang diduga perantara. "Konstruksi dugaan pemerasannya W kepada A warga negara AS melalui perantara yang namanya disebut tadi," ungkap Johan.

( Mahendra Bungalan / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
19 April 2014 | 16:30 wib
Dibaca: 2
19 April 2014 | 16:15 wib
Dibaca: 15
19 April 2014 | 16:00 wib
Dibaca: 147
image
19 April 2014 | 15:46 wib
Dibaca: 176
19 April 2014 | 15:32 wib
Dibaca: 399
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER