panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Juni 2012 | 10:20 wib
Pengrajin Gula Merah Tumbu Blora Masuki Masa Produksi
image

PROSES: Dua pekerja tengah memproses pembuatan gula merah tumbu di Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora, Selasa (19/6). (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Petani tebu di wilayah Kecamatan Todanan dan Kunduran Blora, bulan ini memasuki masa musim tebang. Bersamaan dengan itu pula pengrajin gula merah tumbu mulai berproduksi.

"Biasanya masa produksi gula merah tumbu rata-rata empat bulan dalam setahun. Yakni saat musim tebang tebu di saat musim kemarau. Bulan Juni ini mulai produksi. Biasanya Oktober sudah selesai," ujar Hasan,  pengrajin gula merah tumbu di Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Selasa (19/6).

Dia mengungkapkan setiap hari menggiling tebu dengan mesin manual. Perasan air tebu kemudian dimasak menggunakan lima drum. Api pembakaran memakai ampas tebu. "Semua bagian tebu bisa dimanfaatkan," tandasnya.

Hasanudin mengemukakan bahan baku tebu diperoleh dari lahan miliknya sendiri. Selain itu juga membeli tebu dari petani lain. Dia menyatakan sejak dua tahun terakhir bahan baku mudah didapat. Pasalnya para petani di Blora sudah banyak yang membudidayakan tebu seiring akan berdirinya pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Desa Tinapan Kecamatan Todanan.

Pembuatan gula merah tumbu dilakukan secara berkelompok, yakni terdiri dari sejumlah orang. Sebagian memeras tebu hingga keluar airnya, menyingkirkan ampas tebu, dan sebagian lainnya memasak air tebu. Memasaknya butuh waktu sehari sampai air tebu benar-benar kental menjadi gula merah. "Setelah itu baru dimasukkan ke dalam tumbu atau wadah gula merah," tandas Wasiman (40), pengrajin gula merah tumbu lainnya.

Menurutnya dalam sehari kelompoknya memproduksi gula merah rata-rata seberat dua ton. Namun gula tersebut dikumpulkan lebih dulu jika hendak dijual keluar daerah. "Biasanya kami kirim ke Kudus minimal delapan ton sekali angkut," katanya.

Hanya Wasiman enggan membeber berapa keuntungan yang didapat dari memproduksi dan menjual gula tersebut. Sebab menurutnya tidak dibutuhkan modal banyak dalam usaha tersebut. Apalagi lokasi produksi gula berada di kawasan lahan tebu yang telah siap panen.

( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 05:54 wib
Dibaca: 14
20 April 2014 | 05:40 wib
Dibaca: 109
20 April 2014 | 05:27 wib
Dibaca: 237
20 April 2014 | 05:13 wib
Dibaca: 303
20 April 2014 | 04:58 wib
Dibaca: 232
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER