
KLATEN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kecamatan Manisrenggo meggerakkan semua kades dan perangkatnya melakukan pendataan rumah tak layak huni (RTLH). Saat ini, tercatat ada 910 RTLH tersebar di 16 desa di Manisrenggo.
"Petugas survei menemukan ada 910 rumah yang kondisinya memprihatinkan. Kami sedang menyusun skala prioritas, rumah-rumah yang kondisinya sudah parah, kami tak ingin kecolongan lagi ada rumah yang roboh," kata Camat Manisrenggo, Wahyudi Martono, Minggu (17/6).
Pendataan dilakukan di 16 desa di Kecamatan Manisrenggo. Dalam jangka dekat, pihaknya akan mengumpulkan semua kepala desa (kades) dan tokoh masyarakat. "Kami akan meminta semua kades lebih selektif dalam menentukan rumah mana yang akan diprioritaskan mendapatkan bantuan. Banyak RTLH yang berada di tengah pemukiman sehingga sering tak terpantau," tegas Wahyudi.
Dia tak mau kecolongan seperti saat terjadinya kasus robohnya rumah Suprih Rahaya (45) di Gadugan, Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo, beberapa waktu lalu. "Saya merasa kecolongan, kenapa bukan rumah yang mau ambruk itu yang direnovasi duluan. Ke depan, kami tak ingin hal seperti itu terjadi lagi, sehingga pendataan dan skala prioritas akan diterapkan," katanya.
( Merawati Sunantri / CN31 / JBSM )