panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 Juni 2012 | 07:35 wib
Hosni Mubarak Dikabarkan dalam Kondisi Koma

KAIRO, suaramerdeka.com - Mantan penguasa Mesir selama tiga dekade, Hosni Mubarak terancam menghabiskan usianya di balik penjara, menyusul vonis seumur hidup yang dijatuhkan padanya. Presiden terguling itu juga sedang berjuang di antara hidup dan mati.

Sempat depresi dan kritis, Hosni Mubarak dinyatakan koma, Senin 11 Juni 2012. Defibrillator atau alat kejut listrik digunakan beberapa kali untuk membangunkan Mubarak yang kolaps akibat komplikasi jantung. Demikian diungkap juru bicara kejaksaan, Adel Saeed.

"Mubarak memasuki fase koma. Dua putranya, Gamal dan Alaa mengajukan permintaan pada otoritas penjara untuk menemaninya. Permintaan itu dikabulkan," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Alaa Mahmoud, seperti dimuat CNN. "Kesehatannya memburuk usai vonis dijatuhkan, tekanan darahnya tinggi, masalah pernapasan, dan denyut jantung yang tak teratur."

Gamal dan Alaa Mubarak juga dalam status tahanan atas tuduhan perdagangan ilegal dan pencucian uang.

Mubarak yang berusia 84 tahun divonis penjara seumur hidup 2 Juni 2012, karena dinyatakan terbukti membunuh para demonstran pro-demokrasi tahun lalu. Saat mengikuti persidangan, Mubarak sudah bermasalah dengan kesehatannya.

Sementara itu, pengacaranya menggambarkan mantan orang kuat itu dalam kondisi "sangat kritis". "Saya mengunjunginya Sabtu lalu, dan ia tak sadarkan diri selama tiga kali. Ada konsentrasi air di sekitar jantungnya, yang bisa jadi pemicu serangan jantung atau pembekuan darah pada otak --yang memerlukan operasi penyelamatan dalam 60 menit," kata pengacara, Fareed El Deeb.

El Deeb menambahkan, jaksa menolak permintaan pihaknya untuk memindahkan Mubarak dari penjara ke rumah sakit militer. Dengan alasan, rumah sakit di penjara kurang lengkap untuk merawat Mubarak. "Jaksa dan pemerintah harus bertanggung jawab jika ia meninggal karena kelalaian," kata dia.

( vvn / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 12:53 wib
Dibaca: 136
20 April 2014 | 12:39 wib
Dibaca: 178
20 April 2014 | 12:25 wib
Dibaca: 243
20 April 2014 | 11:59 wib
Dibaca: 282
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER