
BANDUNG, suaramerdeka.com - Terkait dua judul buku bacaan yang tidak pantas bagi anak sekolah dasar, Dinas Pendidikan Jabar menyatakan bahwa langkah penarikan buku tersebut terbuka dilakukan.
"Kalau harus ditarik ya ditarik," kata Kadisdik Jabar, Wahyudin Zarkasih di sela-sela peluncuran ruang kelas baru dan dana bantuan operasional sekolah provinsi di Bandung, Senin (10/6).
Menurut dia, sebelum langkah itu dilakukan, prosedur tetap harus ditempuh. Di antaranya melalui kajian tim pengembangan kurikulum yang melakukan evaluasi. Pihaknya mengaku belum mengetahui detail peredaran buku berbentuk novel itu. Terlebih, pengadaan buku bacaan tersebut melalui dana alokasi khusus yang langsung ditujukan ke kabupaten dan kota.
"Program yang melalui provinsi adalah pelatihan atau sertifikasi sementara pengadaan buku tidak melalui kami. Bila pun ada, kami memilih sastra Sunda dari ajang Rancage," jelasnya.
Sebelumnya, buku bacaan perpustakaan bagi murid sekolah dasar yang materinya dinilai tak pantas ditemukan pula di Bandung. Kondisi itu pun disesalkan. "Ini bacaan dewasa. Ini menunjukan langkah pengiriman buku bacaan ini tidak melalui kajian matang, seperti tidak diedit dulu," kata Kepsek SD Cempaka Arum, Ahmad Taufan pada Jumat (8/6) kemarin.
Dijelaskan, terdapat dua judul buku yang dinilai tidak sesuai sebagai bacaan anak SD, bahkan hingga SMA. Pasalnya, muatan bacaan berisi tentang kekerasan dan persoalan seksual.
( Setiady Dwi / CN26 / JBSM )