
MANADO, suaramerdeka.com - Sejak statusnya diturunkan dari awas menjadi siaga, Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah meletus 523 kali hingga Mei lalu.
"PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-red) Bandung menaikkan status awas Lokon pada 10 Juli 2011 dan dua pekan berikutnya, tepat pada 24 Juli, statusnya diturunkan kembali ke siaga," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina di Manado, Sabtu (9/6).
Usai diturunkan statusnya, aktivitas vulkanik belum menunjukkan tanda-tanda normal karena kegempaannya masih fluktuatif dan sering diiringi dengan letusan. "Rangkaian letusan yang terjadi setiap bulan hingga Juni ini mengindikasikan suplai energi dari magma masih terus berlangsung," ujarnya.
Berdasarkan rekaman data pos pengamatan gunung api, pada Juli tahun lalu setelah ditetapkan status siaga, terjadi enam kali letusan. Pada bulan berikutnya frekuensi letusan meningkat dan mencapai 109 kali. Sedangkan pada September menjadi puncak frekuensi letusan terbanyak Gunung Lokon, karena mencapai 329 kali.
( MIOL / CN32 )