panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Juni 2012 | 20:49 wib
Guru Malaysia Adopsi Kurikulum Semarang

SEMARANG, suaramerdeka.com - Guru dari Malaysia yang berkunjung ke IKIP PGRI Semarang berencana mengadopsi kurikulum sekolah di Indonesia. Khususnya tentang ekstrakulikuler dan penggunaan bahasa pergaulan yang seragam antarsiswa.

Koordinator Rombongan, Cik Gu Mingunan, mengatakan ketertarikannya disebabkan minat siswa Malaysia minim untuk kegiatan kurikulum. Mereka lebih mengejar prestasi akademik dan cenderung interaksi dengan komputer.

"Akibatnya siswa-siswa kebanyakan mengalami obesitas, karena tidak banyak bergerak," katanya, saat dialog di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung Rektorat IKIP PGRI, Rabu (6/6).

Siswa di Malaysia juga lebih senang menambah jam belajar dengan les sehingga cenderung memiliki fisik yang gendut ditunjang dengan konsumsi fast food yang tinggi sehingga kurang sehat. Untuk mengatasinya Pemerintah Malaysia sejak 2010 mengeluarkan kebijakan dengan mewajibkan anak mengikuti satu ekstrakulikuler olahraga di sekolahnya. Namun, masih banyak yang belum mengikuti langkah itu.

"Kami ingin membuktikan cerita tentang kesuksesan ekstrakulikulier di Indonesia, khususnya Semarang," ujarnya didampingi sejumlah guru.

Ditambahkannya, pihaknya perlu mencontoh tentang sopan-santun, ramah tamah di Indonesia. Rencananya, mereka juga akan berkunjung ke SMA 1 Semarang dan SMA 3 Semarang untuk melihat secara langsung bagaimana proses pendidikan dipraktikkan dan ekstrakulikuler dijalankan.

Sebanyak lima guru yang merupakan perwakilan Wakil Kepala Sekolah dari Johor Bahru Malaysia, melakukan kunjungan belajar di IKIP PGRI Semarang, 3-7 Juni. Menurut Rektor IKIP PGRI Muhdi, kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan baik kedua belah pihak yang sudah terjalin selama ini. Terlebih, IKIP saat ini tengah gencar melancarkan program pengiriman guru magang praktik di Malaysia.

“Program pertama sudah kami laksanakan untuk sembilan guru 31 Maret hingga 30 April lalu. Kini gantian guru-guru di sana yang ingin melihat dekat proses pembelajaran dan pencetakan tenaga guru di Indonesia,” katanya.

( Zakki Amali / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 35707
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36917
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 37351
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 41491
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 36531
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER