panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Juni 2012 | 20:20 wib
Tinggi, Angka Kematian Bayi di Indonesia

SOLO, suaramerdeka.com - Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) menilai angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Indonesia relatif tinggi.

Berdasarkan data yang dimiliki kementerian ini, jumlah bayi yang meninggal di Indonesia mencapai 34 kasus per 1.000 kelahiran. Jumlah tersebut lebih tinggi dari angka Millenium Development Goals (MDG's), yakni 25 kasus per 1.000 kelahiran. Sementara jumlah ibu melahirkan yang meninggal dunia sebanyak 228 kasus per 1.000 kelahiran. 

Staf Ahli Bidang Kreativitas dan Inovasi Teknologi Kemenko Kesra, Tubagus Rahmat Sentika mengatakan, upaya untuk menekan angka kematian bayi ini menjadi tanggung jawab bersama pusat dan daerah.

"Saya minta 33 provinsi dan kabupaten/kota antusias untuk menurunkan angka kematian bayi. Bukan itu saja, angka kematian ibu melahirkan juga, termasuk angka kemiskinan. Sehingga pada 2015 mendatang Indonesia bisa masuk dalam negera-negara di dunia yang mencapai MDg's," jelas Tubagus di hadapan peserta Koordinasi Implementasi Rencana Aksi Daerah Dalam Rangka Percepatan Pencapaian MDG's di Hotel The Sunan, Rabu (6/6).

Hadir dalam acara itu Wali Kota Surakarta Joko Widodo serta pejabat eselon II dan III pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa.

Dikatakan, dua hal itu menjadi sekelumit dari delapan indikator tujuan MDG's yakni, pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pengendalian Aids, TBC dan Malaria, menjamin kelestarian lingkungan hidup, dan mengembangkan kemitraan pembangunan dan tingkat global.

"Tiga dari delapan tujuan MDG's yakni, pengentasan kemiskinan dan pendidikan, menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi menjadi prioritas. Sejumlah program dibuat tinggal pelaksanaanya di lapangan" katanya.

Indonesia hanya memiliki waktu tiga tahun mendatang untuk menyelesaikan pencapaian delapan tujuan MDG's itu. "Kalau saja di pulau Jawa sudah mencapai standar minimum yang ada di MDG's ini, maka terget yang dibebakan sudah selesai." ujarnya.

( Budi Sarmun S / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 3922
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 4259
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4110
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5266
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 3928
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER