
SOLO, suaramerdeka.com - Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) menilai angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Indonesia relatif tinggi.
Berdasarkan data yang dimiliki kementerian ini, jumlah bayi yang meninggal di Indonesia mencapai 34 kasus per 1.000 kelahiran. Jumlah tersebut lebih tinggi dari angka Millenium Development Goals (MDG's), yakni 25 kasus per 1.000 kelahiran. Sementara jumlah ibu melahirkan yang meninggal dunia sebanyak 228 kasus per 1.000 kelahiran.
Staf Ahli Bidang Kreativitas dan Inovasi Teknologi Kemenko Kesra, Tubagus Rahmat Sentika mengatakan, upaya untuk menekan angka kematian bayi ini menjadi tanggung jawab bersama pusat dan daerah.
"Saya minta 33 provinsi dan kabupaten/kota antusias untuk menurunkan angka kematian bayi. Bukan itu saja, angka kematian ibu melahirkan juga, termasuk angka kemiskinan. Sehingga pada 2015 mendatang Indonesia bisa masuk dalam negera-negara di dunia yang mencapai MDg's," jelas Tubagus di hadapan peserta Koordinasi Implementasi Rencana Aksi Daerah Dalam Rangka Percepatan Pencapaian MDG's di Hotel The Sunan, Rabu (6/6).
Hadir dalam acara itu Wali Kota Surakarta Joko Widodo serta pejabat eselon II dan III pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa.
Dikatakan, dua hal itu menjadi sekelumit dari delapan indikator tujuan MDG's yakni, pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pengendalian Aids, TBC dan Malaria, menjamin kelestarian lingkungan hidup, dan mengembangkan kemitraan pembangunan dan tingkat global.
"Tiga dari delapan tujuan MDG's yakni, pengentasan kemiskinan dan pendidikan, menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi menjadi prioritas. Sejumlah program dibuat tinggal pelaksanaanya di lapangan" katanya.
Indonesia hanya memiliki waktu tiga tahun mendatang untuk menyelesaikan pencapaian delapan tujuan MDG's itu. "Kalau saja di pulau Jawa sudah mencapai standar minimum yang ada di MDG's ini, maka terget yang dibebakan sudah selesai." ujarnya.
( Budi Sarmun S / CN34 / JBSM )