
SEMARANG, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menemukan soal ujian kenaikan kelas (UKK) mata pelajaran bahasa Inggris untuk kelas XI SMA 9 Semarang terdapat kata "honeymoon". Judul yang berarti "bulan madu" itu menurutnya perlu dievaluasi dan diganti dengan memasukkan materi bermuatan lokal khas Semarangan.
"Ya ndak apa-apa wong belajar bahasa Inggris," ujarnya mengomentari judul soal essai yang sedang diujikan kepada siswa. "Ya barangkali ada judul honeymoon karena anak SMA ada yang mau nikah," lanjutnya sambil bercanda, Selasa (5/6).
Ia memberi catatan tentang pembuatan soal bahasa harus mencakup tiga hal. Pertama tentang pengetahuan bahasa, kedua tentang objek yang dibahasakan, dan ketiga soal mampu membangun logika kritis.
Keragaman tradisi, budaya, fenomena sosial, dan sejarah bisa djiadikan materi yang menggugah untuk belajar bahasa Inggris. Sehingga mampu mengenalkan tradisi sekaligus mahir berhasa Inggris. "Kalau muatan lokal bisa masuk kan bagus, kan sama-sama belajar bahasa Inggris," katanya.
Soal yang diujikan selain dikritik juga dipuji Nuh karena mengadopsi konsep esai, sehingga mendorong anak untuk merekonstruksi logika. Soal pilihan ganda yang mendominasi juga bukan berarti tidak mengasah kecerdasan anak.
( Zakki Amali / CN32 / JBSM )