panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Juni 2012 | 12:45 wib
100 Guru di Karanganyar Terancam Tidak Mendapatkan Tunjangan Sertifikasi

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Sekitar 100 guru di Karanganyar yang sudah memiliki sertifikasi terancam tidak memperoleh tunjangan sertifikasi. Penyebabnya saat diurvei oleh tim Dinas Dikpora, ternyata tidak memenuhi jam mengajar sesuai aturan.

‘’Dalam aturan perundangan disebutkan, guru yang sudah memperoleh sertifikasi harus mengajar minimal 24 jam pelajaran seminggu. Ternyata mereka tidak mengajar sebanyak itu, bahkan sangat sedikit. Karena itu terpaksa periode ini tunjangan sertifikasinya kami batalkan,’’ kata Sri Suranto, Kepala Dinas Dikpora.

Kepada wartawan di sela-sela pencanangan Car Free Day Karanganyar, Minggu (3/6) dia mengatakan pihaknya tidak sembarangan mengambil kebijakan itu. Sebab tidak hanya berdasarkan laporan dari Kepala Sekolah saja, namun langsung dilakukan supervisi.

‘’Hasilnya kami tahu persis kondisinya. Meski banyak yang dilaporkan baik-baik saja oleh Kepala Sekolah, kenyataannya jam mengajar guru bersertifikasi itu tidak memenuhi. Ya sudah, sesuai aturan tunjangannya kami batalkan,’’ tandasnya. Jumlahnya antara 50 sampai 100 orang dari 4.000-an guru yang sudah bersertifikasi di Karanganyar.

Dia mengaku sangat sedih dengan kebijakan itu. Sebab sebetulnya tunjangan itu adalah hak guru. Namun demikian, selama ini pihaknya sudah berjuang keras agar tunjangannya segera cair, dan dianggarkan agar bisa terbayar. ‘’Tetapi ternyata hak mereka yang segera kami penuhi tidak diimbangi dengan kewajiban yang harus ditunaikan, mengajar secara maksimal. Karena tidak ada keseimbangan hak dan kewajiban itulah kebijakan membatalkan tunjangan sertifikasi diambil,’’ kata dia.

Bersamaan dengan hal itu, Dinas Dikpora melakukan penataan guru. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri yang berisi instruksi penataan kinerja PNS fungsional termasuk guru, maka pihaknya saat ini sedang menyelesaikan penataan. ‘’Termasuk rencana memindahkan guru SMP dan SMA ke SD. Itu instruksi pemerintah pusat. Sebab kenyataan saat ini, seluruh Indonesia kekurangan guru SD, namun kelebihan guru SMP dan SMA. Itu yang harus dicarikan solusinya,’’ kata dia.

Karena itulah Karanganyar sudah melakukan sosialisasi bahwa guru akan ditata. Mereka yang tidak mendapatkan jam mengajar akan dipindah menjadi guru SD. Jika tidak mau, mereka akan diserahkan ke Gubernur untuk ditata di tingkat provinsi. ‘’Kalau sampai ke provinsi, tentu terserah Gubernur. Bisa saja dipindahkan ke lain daerah, bahkan bisa saja ke luar provinsi. Toh PNS mengucapkan sumpah dan janji bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia,’’ kata dia.

Di Karanganyar sendiri, sudah ada guru yang sanggup turun mengajar di SD. Ada pula yang memilih bertugas sebagai staf adminisratif. Itu semua akan dipertimbangkan dan dalam proses penataan secara menyeluruh. ‘’Yang pasti, kami kekurangan guru SD sekitar 500-an, dan kelebihan guru SMP dan SMA/SMK yang jumlahnya hampir sama. Karena itu kalau kebijakan memindahtugaskan ke SD itu berjalan, maka tidak aka nada masalah lagi dalam proses penataan ini,’’ kata dia.

Dinas Dikpora sendiri konsekuensinya akan mengadakan diklat dan bimbingan teknis kepada guru yang dindahtugaskan ke S. Itu sebagai bekal tambahan, karena hakekatnya ketika turun menjadi guru SD, tidak banyak masalah.

( Joko Dwi Hastanto / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13278
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 14009
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13783
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16170
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13345
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER