
BANDUNG, suaramerdeka.com - Aktivitas Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, meningkat. Hari ini (25/5), terjadi erupsi dengan ketinggian asap letusan 2.000 meter.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono menyatakan, aktivitas gunung berapi Dukono di Halmahera, Maluku Utara terus meningkat. "Peningkatan yang terjadi memang sudah lama, yakni sejak ada kerusakan dari gunung tersebut sejak tahun 2009 lalu tepatnya 13 Juni 2009. Namun intensitas gempa dan letusannya sangat kecil, sehingga tidak terlalu mengganggu dan membahayakan," ungkap Surono di kantor PVMBG di Bandung, Jumat (25/5).
Sejak beberapa hari terakhir, ada debu yang berhamburan ke luar dari kawah. "Informasi yang didapat PVMBG, peningkatan aktivitas gunung Dukono membuat masyarakat sekitar harus terus waspada. Bahkan menurut informasi yang dihimpun masyarakat sekitar sudah memakai masker karena banyak debu dari semburan gunung tersebut," ujar Surono.
Dia menambahkan, untuk saat ini memang semburan abu tersebut sudah mencapai ketinggian 2.000 meter yang disertai dengan arah angin yang cukup kencang. "Jika melihat arah semburan, diperkirakan bisa mencapai kawasan Tobelo yang jaraknya 5 kilometer dari gunung tersebut," paparnya.
PVMBG merekomendasikan jarak aman gunung Dukono sekitar 1,5 kilometer dari puncak gunung berapi tersebut. "Jarak aman sekitar 1,5 kilometer, oleh karena itu tidak boleh dimasuki warga," ungkap Surono.
Dia menyatakan, jika ditetapkannya status gunung Dukono yang meningkat ini, tidak membuat masyarakat panik. "Peningkatannya belum pada tahap mengkhawatirkan, karena intensitas semburan yang memang bekas letusan tahun 2009 lalu. Sehingga PVMBG hanya merilis peningkatan serta sebabnya, akibat kerusakan gunung Dukono pada tahun 2009," ungkapnya.
( vvn / CN31 )