
KUPANG, suaramerdeka.com - Sedikitnya 107 juta liter minyak mentah yang bersumber dari ledakan sumur minyak Montara pada 21 Agustus 2009, telah mencemari Laut Timor.
"Sekitar 98 persen tumpahan minyak tersebut bercampur dengan zat timah hitam dan bubuk kimia beracun jenis Corexit 9500 yang mencemari kemudian mengendap di Laut Timor perairan Indonesia," kata Pemerhati Laut Timor Ferdi Tanoni di Kupang, Minggu (20/5).
Laporan itu dikutip Ferdi dari sejumlah sumber di Darwin, Australia. Asumsi besarnya volume tumpahan minyak Montara ini berdasarkan jumlah cadangan minyak sebesar 24 juta barel atau 1.416.000.000 liter. Kapasitas produksi ini diperkirakan menghasilkan 35.000 barel atau 2.065.000 liter per hari.
Menurut Ferdi, kasus pencemaran tersebut baru berhasil diatasi setelah berlangsung 74 hari. Karena itu dapat diasumsikan jika hanya 25.000 barel atau 1.475.000 liter minyak yang dimuntahkan, jumlah tumpahan tersebut mencapai sekitar 107 juta liter.
"Asumsi terhadap besaran tumpahan minyak Montara yang mencemari Laut Timor perairan Indonesia itu bisa saja bertambah ataupun berkurang, namun hingga saat ini masih terus ditutup-tutupi oleh PTTEP Australasia selaku operator ladang minyak Montara," katanya.
( RED , Rifki / CN34 / JBSM )